Home Ekonomi BPS: Kalangan Menengah ke Atas Menahan Belanja, Bukan Daya Beli Turun!

BPS: Kalangan Menengah ke Atas Menahan Belanja, Bukan Daya Beli Turun!

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2017 tumbuh sebesar 5,01% year on year (yoy). Selain itu pertumbuhan masih ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,95% yang membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih sangat kuat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan, sektor rumah tangga Indonesia itu bergerak dari lapisan bawah sampai atas. Sehingga harus diperhatikan lebih untuk masyarakat bawah karena ada indikasi upah rill buruh bangunan turun.

“Nominal naik tapi nilainya turun. Perlu diperhatikan supaya daya beli menengah ke bawah bisa lebih baik lagi,” ungkap Kecuk di kantornya, Jakarta, Senin (7/8).

Berita RekomendasiEkonomi Indonesia Sedang Tumbuh, Jokowi: Harus Dimanfaatkan Sebaik-baiknya!RI Belum Pulih, Agus Marto Masih Waspadai Pergerakan Ekonomi Amerika dan India

Sedangkan, masyarakat menengah ke atas masih bertindak melakukan transaksi melalui nontunai atau transaksi debet masih cukup tinggi meski agak melambat. Namun daya beli tidak turun hanya saja ada indikasi masyarakat menengah ke atas menahan daya beli.

“Bukan daya beli turun, tapi ada indikasi mereka menahan belanja bukan daya beli turun, sedikit itu lebih karena faktor psikologis melihat apa yang terjadi sekarang dan terjadi ke depan apa. Apa pun ekonomi global akan me-reverse pada ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, ia menjelaskan mengenai perdagangan e-commerce yang dikatakan tidak ada perubahan pada daya beli masyarakat. Karena e-commerce hanya perubahan transaksi saja melalui online tapi pembelian barangnya masih sama.

“Perdagangan online itu hanya lebih merupakan perubahan transaksi, yang dijual barangnya itu-itu saja. Biasanya beli langsung dagang ke toko sekarang melalui online. Itu terjadi bisanya kelas menengah ke atas. Kalau secara global, angka itu belum menunjukkan yang pasti berapa, tapi persentasenya masih kecil,” tukasnya.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here