Home News HKTI Tawarkan Alternatif Ketahanan Pangan

HKTI Tawarkan Alternatif Ketahanan Pangan

0
SHARE

MATANURANI.COM, Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengukuhkan mantan panglima TNI Moeldoko sebagai Ketua Umum yang baru pada Rapat Pimpinan Nasional HKTI 9-10 April 2017 di Jakarta. Moeldoko menggantikan posisi Mahyudin yang sebelumnya mengajukan pengunduran diri kepada Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI).

 

Dalam program kerjanya Moeldoko menawarkan alternatif kepada pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan. Yakni, menciptakan varietas padi baru yang bisa dimanfaatkan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan padi nasional. Moeldoko menyebutkan, varietas padi baru tersebut diberi nama M70D dan sudah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah.
“Ini varietas baru hanya 70 hari, varietas ini saya beri nama M70D, pada 1 bulan lalu telah diberi sertifikasi,” kata Moeldoko, saat membuka Acara Rapimnas HKTI di Balai Kartini, Jakarta, Senin (10/4/2017).
Dalam paparannya, Moeldoko menyebutkan padi M70D ini bisa ditanam sebanyak 4 kali dalam 1 tahun dengan produksi sekitar 9,6 ton per tahun. Moeldoko mengumpamakan, jika lahan tani padi di Indonesia sebesar 8,1 juta hektar, dan 2 juta hektar ditanami padi M70D ini, maka dalam satu tahun bisa memanen 56 juta padi. Dari total panen, jika dijadikan beras menjadi sebanyak 28 juta ton. “Kebutuhan beras nasional itu 26 juta, dengan 2 juta hektar tadi maka kita bisa memenuhi 60% kebutuhan,” tambahnya.
Selain menawarkan alternatif ketahanan pangan kepada pemerintah, HKTI menurut Moeldoko ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan petani dan masalah pengemasan atau branding harus diberikan secara nyata oleh pemerintah.
“Persoalan pemberdayaan, ini masih menjadi persoalan, akses permodalan. Ketiga branding dan seterusnya, HKTI sebagai jembatan akan bisa menjadi jembatan emas untuk petani,” pungkasnya.
Selain itu, Moeldoko juga menyinggung soal redistribusi aset yang juga sebaiknya dikelola oleh korporasi, sehingga nanti kawasan agro indutri yang dikelola memberikan nilai tambah yang bisa dinikmati oleh petani.
“Pak Menteri saya yakinkan, bahwa kehadiran HKTI harus memberikan harapan baru kepada rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia. Yakni, bagaimana mewujudkan kesejahteraan, harapan baru bagi pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan dalam rangka ketahanan pangan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here