Matanurani, Bali – Partai Hanura akan melaksanakan kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I bertempat di The Stones Hotel, Kuta, Bali pada tanggal 4-5 Agustus 2017.
Rapimnas I menjadi ajang penting bagi partai besutan Wiranto untuk konsolidasi total dalam rangka penguatan kelembagaan partai dan soliditas sesama pengurus partai, baik di pusat maupun di daerah dan hubungan pusat-daerah.
Begitu dikatakan Sekretaris OC Rapimnas I Partai Hanura Benny Ramdhani di The Stone Hotel, Kamis (3/8).
Selain Benni, hadir pula Ketua OC Inaz Nasrullah Zubir, Ketua SC Djafar Badjeber. Rapimnas I ini, lanjut dia, menjadi penting juga dikarenakan adanya pergantian Ketua Umum Hanura dari Wiranto ke Oesman Sapta pada Munaslub 2016.
“Jadi Rapimnas akan membahas berbagai masalah bersifat khusus dan mendesak,” kata Benny.
Dia menambahkan, ajang ini juga membahas masalah yang berkaitan dengan agenda politik strategis nasional baik internal (agenda politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu-Pilpres 2019) maupun eksternal.
Nah, dari situ , yang kemudian itu akan menjadi sikap politik Partai Hanura, baik dalam hal ke-partai-an maupun ke-Indonesia-an, katanya.
Tentunya, sikap politik Partai Hanura tersebut tegasnya lagi, bukan semata-mata kepentingan praktis menjelang pemilihan Presiden tahun 2019, tetapi sikap politik Partai Hanura ini akan merupakan suatu ljtihad politik untuk kemajuan bangsa yang akan ditopang oleh semua kader, simpatisan, dan masyarakat pemilih Partai Hanura yang menginginkan Indonesia adil, makmur, aman dan sejahtera secara ekonomi, dan maju dalam pembangunan.
Sebelum masuk ke acara internal, acara Rapimnas I juga akan diisi dengan penyampaian materi dari beberapa Pimpinan Lembaga/Kementerian dan tokoh-tokoh Nasional, yang akan berbicara tentang kedaulatan negara, pertahanan/keamanan, politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya dan kedaulatan pangan.
Selain pimpinan dan kader partai, dalam ajang rapimnas ini juga akan hadir beberapa tokoh nasional dan ketua-ketua umum partai politik.
Kehadiran para tokoh dan ketua-ketua umum partai politik ini juga diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara partai dan pemerintah, terutama disaat pemerintah memerlukan dukungan seluas-luasnya atas beragam kebijakan yang sering dijadikan polemik sehingga mempertajam polarisasi politik nasional.
“Partai Hanura bertekad dan berjuang untuk menjadi partai papan atas yang modern, solid, kuat dan merakyat, dengan menjadikan hati nurani sebagai pegangan teguh dalam perjuangan politik partai dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” demikian Benny. (Rmo).





































