Matanurani, Jakarta – Pengelolaan air yang efektif dianggap menjadi kunci sukses pertanian lahan rawa, dengan ditunjang introduksi varietas tanaman yang tepat.
Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Prof Dedi Nursyamsi di Jakarta, Senin, mengatakan kunci keberhasilan lahan rawa adalah pengelolaan air.
“Dengan tata air yang tepat dan introduksi varietas berumur genjah, indeks pertanaman dapat ditingkatkan dari 100 menjadi 200,” katanya.
Lahan rawa memang telah ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun berbagai persoalan kemudian muncul termasuk tata airnya yang berbeda ketimbang lahan pertanian reguler.
Oleh karena itu, Dedi menekankan pentingnya pengelolaan air di samping introduksi teknologi lainnya seperti padi Inpara, ameliorasi dengan dolomit, pemupukan berimbang, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada lahan rawa.
“Dengan berbagai upaya itu produktivitas padi juga dapat ditingkatkan dari 2 menjadi 6 ton/hektare. Jika dilakukan dengan benar maka produksi padi dapat meningkat enam kali dalam satu tahun,” katanya.(Ant).





































