Matanurani, Jakarta – Niat Presiden Jokowi meminta Menteri Pertanian Tak Hanya Fokus pada produksi padi saat membuka Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (28/6) kemarin diapresiasi positif oleh Wakil Ketua Umum Partai Hanura Benny Pasaribu.
Benny menyebutkan komitmen Jokowi untuk memperhatikan komoditas lain selain padi yang memiliki nilai tambah lain perlu lebih dikembangkan, adalah kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian untuk kesejahteraan petani.
“Komitmen Presiden untuk memperhatikan komoditas lain selain padi adalah kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian secara utuh,” kata Benny kepada matanurani di Jakarta, Jumat (29/6).
Benny yang juga Sekretaris Badan Pertimbangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu menyatakan untuk mengembangkan komoditas lain yang memiliki nilai tambah perlu didorong dengan desain industrialisasi yang mampu memberikan nilai tambah produk dari beragam kekayaan sumber daya alam.
Sehingga lanjut Benny, industrialisasi dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi tingkat kemiskinan yang tinggi, jumlah pengangguran yang besar terutama dari golongan masyarakat berpendidikan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan, dan proses pembangunan yang tidak merata antara kota dan desa.
“Peningkatan daya saing industri secara berkelanjutan dapat membentuk landasan ekonomi yang kuat yakni stabilitas ekonomi makro, iklim usaha dan investasi yang sehat sehingga dapat dijadikan salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional,” ungkap Benny.
Karenanya menurut Benny, petani perlu diberikan kedaulatan penuh, berdaulat atas semua kebutuhannya mulai dari benih, pupuk dan seluruh manfaatnya bagi petani agar kedaulatan pangan dapat diraih.
Seperti diketahui dalam even Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) Presiden mengatakan, pangan akan terus menjadi kebutuhan dasar manusia sehingga petani akan terus jadi profesi yang sangat strategis dan sangat mulia.
“Dan profesi petani akan turut menentukan masa depan sebuah negara, menentukan kelangsungan sebuah bangsa,” katanya.(Smn).





































