Home Uncategorized Meskipun Kontroversi, Indonesia Tak Perlu Menolak Zakir Naik Seperti Malaysia

Meskipun Kontroversi, Indonesia Tak Perlu Menolak Zakir Naik Seperti Malaysia

0
SHARE

Zakir Naik sedang mengadakan safari dakwah di Indonesia. Sebagai negara yang toleran, Indonesia menerima siapapun orang yang berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan dakwah. Baru-baru ini Zakir Naik telah mengdakan ceramah di UPI dengan konsep seperti biasa ada sesi tanya jawab. Terdengar kabar bahwa Zakir Naik telah mengislamkan beberapa mahasiswa di UPI.

Namun tak semua orang Indonesia tahu siapa sebenarnya Zakir Naik. Zakir Naik termasuk ulama kontroversi yang ditolak oleh beberapa negara. Kali ini, Sebanyak 19 aktivis Malaysia telah memulai proses hukum untuk meminta perintah pengadilan agar pendakwah kontroversial Dr Zakir Naik, dinyatakan sebagai ancaman keamanan nasional. Pengadilan Tinggi Malaysia telah menetapkan tanggal 12 April mendatang untuk mendengarkan tanggapan dari 19 orang penggugat tersebut.

Seperti dilansir media The Star, Senin (3/4/2017), 19 warga Malaysia termasuk para aktivis, telah menggugat pemerintah dan empat pihak lainnya untuk menyatakan Zakir sebagai ancaman bagi ketertiban publik, moral, ekonomi, sosial, pendidikan, persatuan nasional dan perdamaian.

Di antara mereka yang mengajukan gugatan pada 1 Maret tersebut adalah aktivis hak asasi manusia, pengacara, pengusaha, hingga mantan wakil menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia, P. Waytha Moorthy.
Waytha yang juga ketua Hindu Rights Action Force (Hindraf) menegaskan bahwa gugatan ini tidak bermaksud untuk menghina ajaran Islam maupun umat muslim. “Kami hanya mempermasalahkan dari kepentingan keamanan nasional,” tutur Waytha seperti dilansir The Star.

“Zakir adalah orang berbahaya yang telah dilarang di sejumlah negara karena dinilai bekerja sama dengan organisasi teroris,” demikian pernyataan para penggugat. Mereka juga meminta adanya perintah pengadilan untuk segera mencabut status Zakir sebagai permanent resident, jika pendakwah asal India itu mendapatkan status tersebut.

Asiah Abd Jalil, salah satu penggugat mengatakan bahwa “Islam tidak mengajarkan kita meremehkan budaya dan agama orang lain.” Penggugat lainnya, Siti Zabedah mencetuskan, mereka mengajukan gugatan untuk menegakkan ajaran Islam.

Para penggugat juga meminta pengadilan untuk segera mendeportasi Zakir dan mengeluarkan perintah untuk mencegah dia memasuki Malaysia. Bahkan mereka juga menuntut adanya perintah pengadilan untuk memerintahkan Inspektur Jenderal Polisi menangkap Zakir segera.

Pihak-pihak yang digugat dalam hal ini adalah Deputi Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Dr Ahmad Zahid Hamidi, Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Direktur Jenderal Departemen Registrasi Nasional, Inspektur Jenderal Polisi dan Pemerintah.

Zakir yang saat ini tengah berdakwah di Indonesia, merupakan buronan di India. Organisasinya, Islamic Research Foundation (IRF) telah dilarang di India. Pada November 2016 lalu, media India melaporkan bahwa Badan Investigasi Nasional negara itu (NIA) telah melakukan penggerebekan di beberapa properti komersial dan residensial yang dimiliki oleh Dr Zakir.

Pejabat NIA menyita beberapa dokumen yang diduga menunjukkan bahwa IRF telah mensponsori para calon militan untuk melakukan perjalanan ke Suriah guna bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Selain India, sejumlah negara seperti Bangladesh, Kanada dan Inggris juga telah melarang Zakir.

Ternyata Zakir Naik bukan orang sembarangan. Jujur saya sedikit khawatir dengan mudahnya Zakir Naik berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan safari dakwah. Ada beberapa hal yang membuat Zakir Naik termasuk ulama kontroversi dan ditolak di beberapa negara.

Pertama, Zakir Naik terindikasi bergabung dengan organisasi teroris. Kabar ini memang belum jelas kebenarannya. Namun entah mengapa isu ini sudah menyebar. Saya tidak terlalu percaya dengan kabar ini sebelum ada bukti yang otentik.

Kedua, Zakir Naik dinilai menyebarkan kebencian kepada agama lain. Ceramah Zakir Naik dinilai meremehkan budaya dan agama orang lain. Zakir Naik membuat warga non-muslim menjadi inferior. Dengan hafalan yang luar biasa dari kitab agama lain, Zakir Naik sering membuat pendebatnya malu. Padahal, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk meremehkan dan menghina agama lain. Islam juga tidak memaksa non-muslim untuk masuk Islam.

Ketiga, Zakir Naik merupakan buronan Interpol India. Organisasinya, Islamic Research Foundation (IRF) telah dilarang di India. Keberadaan Zakir Naik di India cukup berpengaruh. Zakir Naik turut mempengaruhi banyaknya umat Hindu yang masuk Islam. India tentu tidak suka dengan fakta ini. India adalah negara yang mayoritas beragama Hindu dan tidak ingin warga Hindu berpindah ke Islam.

Terlepas dari itu semua, saya pikir Indonesia tak perlu ikut-ikutan negara lain untuk menolak Zakir Naik. Indonesia tetap sebagai negeri yang toleran, terbuka, moderat, serta mengayomi sesama. Kedatangan Zakir Naik di Indonesia hanya perlu pengawasan dari pemerintah serta ulama agar Zakir Naik tidak sampai memberikan ceramah yang berpotensi merusak kerukunan beragama di Indonesia yang telah terjalin kuat.

Indonesia masih memiliki benteng negara yang menjaga keutuhan NKRI yaitu NU dan Muhammadiyah. Ideologi yang dibangun NU dan Muhammadiyah saya yakin telah mampu membuat umat Islam Indonesia tetap menjadi umat Islam yang bercorak Nusantara yang menghargai budaya lokal, serta toleran terhadap agama. Saya yakin ceramah Zakir Naik tidak berpengaruh besar terhadap ideologi umat Islam di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here