Matanurani, Jakarta – Yayasan Konstruksi Indonesia (YAKIN) menggelar Fokus Group Diskusi (FGD) bersama Forum Industri Konstruksi Indonesia (FIKI), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa, (29/8).
Hadir dalam FGD tersebut, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyib yang sekaligus membuka acara FGD, Ketua Umun Kadin Indonesia, Eddy Ganefo, Ketua Pembina YAKIN, Bachtiar Ravenala Ujung, dan seluruh stakeholder industri konstruksi nasional.

Ketua Pengurus YAKIN, Poltak Situmorang dalam sambutannya mengatakan bahwa FGD dilatar belakangi oleh terbitnya UU No 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan imlementasinya di lapangan.
“UU itu memcakup perluasan dari sekadar pelaksana jasa konstruksi. Sehingga perlu dilakukan secara terintegrasi antar fungsi kementerian guna melakukan langkah-langkah harmonisasi dan sinkronisasi,” kata Poltak.
Adapun harmonisasi dan sinkronisasi dalam menyongsong era baru industri konstruksi Indonesia adalah terselenggaranya usaha konstruksi sesuai standar K4 (keamanan, kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan).
Pada sisi lain adalah meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan produktifitas tenaga kerja konstruksi. Serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas usaha jasa konstruksi nasional.
“Harmonisasi dan sinkronisasi juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan penggunaan material dan peralatan konstruksi, serta teknologi konstruksi dalam negeri,” kata Poltak.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo mengatakan era baru industri konstruksi salah satunya adalah harus berperan dan mampu meningkatkan partisipasi stakeholders dalam memajukan industri konstruksi nasional.
“Peran industri konstruksi saat kini adalah mampu meningkatkan partisiasi stakeholders dalam memajukan industri konstruksi nasional,” pungkasnya.(Smn).





































