Matanurani, Pematangsiantar -Sidang Raya United Evangelical Mission (UEM) sedunia akan diselenggarakan di Hotel Niagara Parapat , Simalungun 21 – 29 September 2018, dihadiri 200 peserta.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pdt Dr Batara Sihombing MTh Jumat (13/7) di ruang kerjanya Kantor Pusat HKI, Jalan Melanthon Siregar P Siantar.
Ketua Panitia, yang juga sebagai Sekjen HKI itu mengatakan, 3 pimpinan gereja seperti HKI, GKPS dan GKPI telah melakukan audensi kepada Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Rabu (11/7) di Jakarta. Audensi tersebut, untuk membicarakan rencana pembukaan sidang raya tersebut.
Pada pertemuan yang dihadiri Ephorus HKI Pdt Manjalo Pahala Hutabarat didampingi Sekjen Pdt Dr Batara Sihombing MTh, Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba MSi, Sekjen GKPS Pdt Paul Ulrich Munthe PhD, Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh dan Laksamana Madya (Purn) Fred Lonan, membicarakan hal-hal yang terkait dalam rencana pertemuan Sidang Raya UEM tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Luhut B Panjaitan berjanji akan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo untuk bisa menghadiri dan membuka kegiatan tersebut. Serta mengharapkan agar kepala daerah di 7 kabupaten sekitaran Danau Toba turut mendukung rencana pertemuan tersebut.
Selain membicarakan program-program UEM ke depannya, sidang raya juga akan memperkenalkan Danau Toba kepada anggota UEM yang berasal dari 3 benua, Asia, Eropa dan Afrika. Mereka akan melakukan kunjungan dan melihat langsung situs budaya, sejarah gereja dan keindahan alam di Danau Toba dan sekitarnya.
Pada Sidang Raya UEM sedunia nantinya akan membicarakan program-program kerja UEM dan ada 5 fokus program diantaranya, pekabaran, kabar baik, advokasi, pathnership dan pelayanan kasih.
Diharapkan para peserta yang menghadiri kegiatan tersebut, nantinya akan dapat melihat secara langsung dan akan mempromosikan kepada dunia bahwa Danau Toba merupakan daerah tujuan wisata, sehingga akan semakin mendunia.(Sib).





































