Matanurani, Jakarta – Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya agenda peningkatan skala kerja sama ekonomi dengan negara-negara sahabat.
Hal itu dikemukakan oleh Presiden Jokowi ketika menerima surat kepercayaan dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh (LBPP) Designate Resident dan Designate Non Resident untuk Republik Indonesia.
Adapun kesebelas negara tersebut adalah Uganda, Gambia, Australia, Fiji, Korea Selatan, Rusia, Georgia, Latvia, Polandia, Bahrain, dan Pantai Gading (Cote d’lvoire).
Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengemukakan dari 11 duta besar tersebut, sebanyak 7 di antaranya berdomisili di Indonesia sedangkan 4 lainnya berada di negara lain.
“Dalam pembicaraan satu per satu para duta besar dengan Presiden, secara umum dapat disampaikan bahwa kerja sama ekonomi dengan semua negara menjadi prioritas bagi Indonesia,” katanya di Istana Negara, Rabu (4/4).
Retno mencontohkan terkait kerja sama dengan Uni Eropa (UE), Presiden kembali menekankan pentingnya membangun kerja sama ekonomi yang menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini, Indonesia sedang melakukan negosiasi terkait Indonesia-European Union (EU) Comprehensive and Enhanced Partnership Agreement (IEU-CEPA).
“Presiden kembali meminta perhatian mengenai masalah kelapa sawit,” lanjutnya.
Jika dirinci, kesebelas duta besar tersebut adalah Dubes LBBP DR Mohamed Ghassan Mohamed Adnan Shaikho (Kerajaan Bahrain), Dubes LBBP DR Kim Chang Beom (Korsel untuk RI), Irakli Asashvili Dubes LBBP DR (Georgia), Dubes LBBP DR Ny Selima Dikawakawayali Veisamasama (Fiji), dan Dubes LLBP DR Ny Lyudmila Georgievna Vorobieva (Rusia).
Lalu, Dubes LBBP DR Gary Francis Quinlan AO (Australia), Dubes LBBP DR Ny Beata Stoczynska (Polandia), Dubes LBBP DNR Dorothy Samali Hyuha (Uganda), Dubes LBBP DNR Ny Ramzia Diab Ghanim (Gambia), Dubes LBBP DNR Normans Penke (Latvia), Dubes LBBP DNR Ny Jeanne Guehe (Pantai Gading/ Cote d’lvoire). (Bis).





































