Home Nasional Perbaiki Ekosistem Investasi, Benny Pasaribu: Cabut Peraturan di Daerah yang Bertele- tele

Perbaiki Ekosistem Investasi, Benny Pasaribu: Cabut Peraturan di Daerah yang Bertele- tele

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menyebutkan Indonesia adalah lahan bahkan surga untuk investasi, bahkan dunia banyak yang tertarik berinvestasi ke Indonesia.

“Barangkali kalau kita lihat tidak hanya masalah perijinan, regulasi dan sebagainya. Apa yang disoroti dan diperhatikan oleh pak presiden saya kira luar biasa sejak mulai tahun 2014  presiden sudah mewanti wanti ini. Sampai diujung periode pertamanya pun ada yang namanya  sistem perizinan terintegrasi atau Online Single Submission atau OSS. Dan ini menurut saya effort yang sangat tinggi dari Presiden,” kata Benny dalam program Hot Economy Berita Satu bertajuk ‘Pangkas Penghambat Investasi’, di Jakarta, Kamis (12/9).

Namun Benny mengungkapkan hambatan investasi sesungguhnya banyak terjadi di daerah -daerah baik dari warga masyarakat setempat maupun dari pemimpin di daerahnya sendiri.

“Pemimpin daerah ini kan merasa dipilih oleh rakyat dan tentu banyak ongkos yang keluar ketika terpilih. Kemudian jika PAD nya sangat kecil,  berharap-harap bagaimana potensi yang ada didaerahnya bisa ‘diobjekkan’. ungkap Benny.

Nah, ketika ada orang berinvestasi di daerah itu baik di tingkat bupati, walikota atau gubernur dan dinas-dinasnya belum bisa membuka diri. Misalnya, bagaimana mempermudah lahan, ataupun lokasi.

Yang kedua adalah soal keamanan atau ketertiban umum. Kepolisian dan TNI perlu didorong untuk pro kepada investasi. Kemudian media terutama media di daerah perlu bersikap positif untuk mendorong investasi.

Tapi secara makro tambah Benny harus diatasi atau mencabut peraturan-peraturan  daerah yang dibuat berliku-liku. “Apakah masih bisa mendagri?, sekarang ini kan tidak bisa harus diproses melalui jalur hukum ya itu juga membuat bertele-tele untuk menyelesaikan tumpang tindih terutana di daerah ini.,” kata Benny.

Kalau di tingkat pusat menurut Benny adalah yang harus utama masalah reformasi birokrasi yang belum berjalan-jalan saat ini .

“Nah kalau itu jalan nanti akhirnya ASN  kita ini kan belum banyak yang sadar bahwa mempermudah itu adalah lebih baik. Jadi mentalitas kita itu yang perlu bagaimana mengurangi birokrasi yang bertele-teke. Saya kira belum ada yang sampai kesana,” pungkas Benny. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here