Home Nasional KPK Tantang Gereja Audit Keuangan, Ini Tanggapan PGI

KPK Tantang Gereja Audit Keuangan, Ini Tanggapan PGI

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menanggapi positif imbauan atau tantangan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) terhadap gereja untuk lebih transparan dan melakukan audit keuangan.

Hal ini disampaikan Kepala Humas PGIJeirry Sumampow di Jakarta, Rabu (26/7) kemarin.

Jeirry mengatakan sebenarnya sudah sejak tahun 2011 PGI mengimbau setiap gereja untuk lebih transparan dan mau melakukan audit keuangan secara terbuka.

“Bahkan PGI pun sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke KPK dan membahas ini. KPK sangat setuju sebab itu juga salah satu program KPK untuk melakukan upaya preventif pemberantasan korupsi dari kelompok agama,” ujar Jeirry.

Jeirry mengakui masih kuat resistensi di beberapa gereja terhadap transparansi dan audit masalah keuangan ini. “Banyak yang masih resisten dan bertanya apa perlunya audit keuangan gereja? Sebab gereja tak menggunakan uang negara,” kata Jeirry.

Menurut Jeirry, untuk memberikan contoh terhadap gereja-gereja yang berada di bawah naungan PGI, dalam banyak kesempatan, PGI sudah sering mengatakan bahwa keuangan PGI diaudit oleh auditor independen.

Tujuannya, kata Jeirry, agar gereja juga terdorong melakukan hal yang sama sebagai bentuk pertanggungjawabannya kepada jemaat yang selama ini menghidupi aktivitas gereja tersebut.

“Jadi memang audit keuangan ini tak semata-mata berkaitan dengan penggunaan uang negara tapi sebagai bentuk pertanggungjawaban yang benar terhadap pengelolaan dana yang didapat dari umat atau publik pada umumnya. Kesadaran seperti ini yang memang masih harus terus disemaikan di kalangan gereja,” tambah Jeirry.

Dia tak memungkiri sudah ada beberapa gereja yang rutin melakukan audit keuangan secara terbuka, khususnya gereja-gereja yang selama ini sering bekerjasama dengan lembaga donor luar negeri.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menantang gereja untuk melakukan audit keuangan demi mendorong transparansi.

Hal ini disampaikan Marwata dalam sebuah seminar yang dilaksanakan Konferensi Waligereja Indonesia, Sabtu (15/7) lalu.

Menurut Marwata, audit untuk lembaga keagamaan, termasuk gereja, penting karena mereka akan memberi contoh kepada pihak lain, termasuk instansi pemerintah dan sektor swasta. (Tag).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here