Matanurani, Jakarta – Koalisi Joko Widodo (Jokowi) mulai menyusun tim pemenangan untuk Pilpres 2019. Tim pemenangan akan terdiri mulai dari dewan pengarah hingga juru kampanye.
“Dewan pengarah ini akan berisi ketum-ketum. Kalau dewan penasihat itu tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh nasional,” ujar Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate kepada wartawan, Senin (6/8).
Kemudian, akan ada tim kampanye nasional (TKN) yang pimpinannya akan dipilih sendiri oleh Jokowi dan pasangannya nanti. Tim ini akan membawahi tim-tim lainnya, termasuk tim sekretariat pemenangan (TSP).
“Ketua kampanye nasional, sekretaris dan bendahara dipilih oleh pasangan capres-cawapres,” jelasnya.
Tim sekretariat pemenangan berisikan sekjen-sekjen parpol pendukung beserta masing-masing dua liaison officer (LO) dari tiap partai. Karena saat ini ada 9 parpol, maka jumlahnya adalah 27 orang.
“Sekretariat pemenangan ini 9 sekjen itu. Ditambah dua lagi LO dari masing-masing partai. Ini sebagai LO dengan KPU juga. Jadi bukan Tim 27, karena jumlah tim pemenangan itu sangat besar,” sebut Johnny.
Pada Sekretariat Pemenangan ini nantinya akan membawahi 9 direktorat. Bahkan menurut Johnny, akan ada tambahan direktorat lagi yang mengurus masalah kesekretariatan.
“Ini malah akan diusulkan menjadi 10 direktorat. Lalu ada 34 koordinator wilayah untuk 34 provinsi. Nanti akan ada relawan juga. Kita akan integralkan akan masuk di mana relawan ini. Jadi kalau dibilang hanya 27 itu nggak benar, karena jumlahnya akan sangat banyak,” tuturnya.
Setelah itu, pemenangan Jokowi juga termasuk ada tim ahli. Tugas tim ahli ini termasuk untuk menyusun Nawacita Jilid II Jokowi. Lalu akan ada pula tim konsultan.
“Tim konsultan ini nanti bertugas untuk survei dan melakukan riset-riset. Setelah itu ada juga jurkam-jurkam (juru kampanye),” ungkapnya.(Det).




































