Home Nasional Digebuk Rating Moody’s, Prabowo Bakal Gelar Indonesia Economic Outlook

Digebuk Rating Moody’s, Prabowo Bakal Gelar Indonesia Economic Outlook

0
SHARE

A Moody's sign on the 7 World Trade Center tower is photographed in New York August 2, 2011. Behind all too many of market moves in government debt of late has been a report from one of the major credit ratings agencies. Standard & Poor's is the biggest and arguably the most influential, fast followed by Moody's Investor Service and then their smaller rival, Fitch Ratings. In national capitals, they are alternately villified by politicians or held out as just arbiters for denouncing government profligacy. REUTERS/Mike Segar (UNITED STATES - Tags: BUSINESS POLITICS) - RTR2PK5W

 

Matanurani, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan menggelar forum Indonesia Economic Outlook sebagai respons atas keputusan Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11/2).

“Bapak presiden tadi meminta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk sarasehan ekonomi, yaitu ‘Indonesia Economic Outlook’ yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti. Di sana akan diberikan penjelasan mengenai posisi pemerintah terkait juga dengan program-program unggulan dari pemerintah,” ujar Airlangga.

Dalam forum tersebut, pemerintah akan menjelaskan sejumlah indikator ekonomi, termasuk potensi peningkatan penerimaan negara serta arah kebijakan strategis ke depan, salah satunya terkait pengelolaan investasi melalui BPI Danantara.

“Nah, ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara,” terang Airlangga.

Terkait penilaian lembaga pemeringkat, Airlangga menegaskan posisi Indonesia masih berada pada level layak investasi.

“Dilaporkan pula kepada Bapak Presiden bahwa dari seluruh lembaga pemeringkat, baik Moody’s, Fitch, maupun S&P, penilaiannya masih pada level investment grade. Memang ada outlook negatif dari Moody’s,” tutup Airlangga. (Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here