Home News Maraknya Kecerdasan Buatan, Moeldoko : Jangan Sampai Jadi Generasi Plagiat

Maraknya Kecerdasan Buatan, Moeldoko : Jangan Sampai Jadi Generasi Plagiat

0
SHARE
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berkomentar soal ceramah Habib Bahar.

Matanurani, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengingatkan anak muda untuk tidak menjadi generasi copy-paste, atau generasi plagiat. Moeldoko menyebut maraknya kecerdasan buatan yang dapat membuat karya tulisan dengan mudah dapat membahayakan nasib bangsa ke depan.

Moeldoko menyesalkan banyaknya plagiarisme yang ditemukan dalam seleksi penulisan essai Sekolah Staf Kepresidenan. Moeldoko mengungkapkan plagiarisme tersebut dilakukan melalui kecerdasan buatan ChatGPT, dimana para peserta hanya memberikan instruksi berupa topik esai dan tulisan akan dibuat oleh mesin kecerdasan buatan.

“Kami temukan tingkat plagiasi essay yang dikirim peserta bisa sampai 50 hingga 70 persen. Pesan moral yang ingin saya sampaikan jangan jadi generasi copy paste. Ini akan membahayakan ke depan,” ungkap Moeldoko di Jakarta, Senin  (3/7).

Plagiarisme tersebut ditemukan dalam tahap seleksi Sekolah Staf Presiden yang mengharuskan peserta menulis esai. Moeldoko menyebut dari 66.239 orang yang mendaftar, sebanyak 35 peserta terpilih untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan magang.

“Mereka lolos bukan saja karena pintar, namun mereka punya rekam jejak kepemimpinan dan semangat kontribusi melalui kegiatan sosial. Seleksinya melalui essai dan wawancara, kita menentukan ada 100 orang, setelah itu kita ketatkan lagi untuk memilih 35 orang,” ujar Moeldoko.

Sebanyak 35 peserta datang dari berbagai latar belakang, di antaranya mahasiswa ekonomi, kedokteran, hukum, teknik, politik, hingga pertanian. Sekolah Staf Presiden juga mengakomodir dua peserta difabel yang dinilai memiliki prestasi dan kompetensi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Bekerja sama dengan Pertamina, Sekolah Staf Presidenan memberikan kurikulum pembelajaran lengkap dengan pengalaman magang untuk 35 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Bertujuan untuk membekali generasi muda dalam memahami kompleksitas permasalahan negara, Sekolah Staf Presiden berharap peserta dapat menjadi individu yang kritis dalam menyikapi suatu persoalan. Nantinya, peserta Sekolah Staf Presiden akan melakukan kerja magang di berbagai kedeputian di Kantor Staf Presiden. (Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here