Home News KSP Minta Dinkes Subang Audit Kasus Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak RSUD

KSP Minta Dinkes Subang Audit Kasus Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak RSUD

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kantor StafPresiden (KSP) meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang , Jawa Barat mengaudit kasus ibu hamil yang meninggal dunia bersama bayinya setelah ditolak RSUD Subang.

Adanya kendala dalam administrasi semestinya tidak menunda penanganan medis yang dibutuhkan untuk keselamatan jiwa.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Subang wajib melakukan audit kasus untuk mengetahui penyebab kematian ibu serta merumuskan rekomendasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi, terutama di RSUD Ciereng Subang,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Brian Sri Prahastuti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/3).

Ia sangat menyayangkan penolakan penanganan kasus gawat darurat oleh rumah sakit, apalagi sampai menyebabkan kematian ibu dan bayinya. Padahal penurunan angka kematian ibu merupakan prioritas nasional seperti halnya penurunan angka stunting.

Menurut Brian, rumah sakit seharusnya menjalankan standar kualitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK). Sebab, PONEK dibentuk untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal di rumah sakit.

“Mencermati kronologis kasus, pasien sudah mendapatkan penanganan awal di IGD rumah sakit sebelum dialihrawat ke bagian PONEK. Semestinya, urusan administrasi diselesaikan tanpa menunda tindakan medis yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi,” katanya.

Namun Brian juga melihat faktor lain yang menyebabkan kematian ibu dan bayinya. Ibu hamil itu datang dalam kondisi yang buruk dan prognosa yang kurang baik. Jarak tempuh dari puskesmas ke rumah sakit yang mungkin cukup jauh berkontribusi pada keterlambatan dalam penanganan.

Untuk diketahui, seorang ibu hamil bernama Kurnaesih (39) meninggal dunia bersama bayi yang dikandung setelah ditolak di RSUD Subang. Warga Kampung Citombe, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit di Bandung. Suami korban, Juju mengatakan, peristiwa pilu itu terjadi pada Kamis (16/2) malam.

Dia menceritakan istrinya Kurnaesih dibawa ke puskesmas, karena mengalami panas dan kejang dengan posisi hamil sudah 9 bulan. “Istri saya ngedrop, panas kejang. Akhirnya dibawa ke Puskesmas, tapi nggak ada perubahan. Akhirnya dibawa ke (RSUD) Subang. Di IGD diterima, tapi ketika mau dibawa ke ruangan (PONEK) ditolak, sebab tidak ada konfirmasi pasien dari Tanjungsiang,” kata Juju.

“Saya akhirnya membawa korban ke RS di Bandung, karena RSUD Subang tidak memberikan tindakan. Tetapi korban meninggal dalam perjalanan,” jelasnya. (Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here