Home News Kemenhub: Tol Laut Bisa Tekan Harga Pangan Minimal 20 Persen

Kemenhub: Tol Laut Bisa Tekan Harga Pangan Minimal 20 Persen

0
SHARE
PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) meluncurkan kapal KM sabuk Nusantara 112 danKM Sabuk Nusantara 115 di kawasan PT PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) Punggur, Minggu (28/5). Kedua kapal ini merupakan kapal perintis mensukseskan tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi. F Cecep Mulyana/Batam Pos/jpg

Matanurani, Jakarta –  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berambisi bisa menekan rerata harga bahan pangan hingga 20 persen di sejumlah daerah pada 2018 melalui program tol laut. Target itu lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu.

“Saya berharap (harga pangan) bisa turun lebih dari itu (20 persen),” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo usai menghadiri Focus Group Discussion Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Hotel Sari Pacific Jakarta, Jumat (2/3).

Agus optimistis keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta akan semakin mendukung pelaksanaan program tol laut yang menyinggahi 58 pelabuhan di seluruh Indonesia dari tiga pelabuhan pangkal itu. Ketiga pelabuhan pangkal tersebut antara lain Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Teluk Bayur.

Tahun ini, lanjut Agus, pemerintah akan mengoperasikan 15 trayek tol laut dengan menyiapkan anggaran mencapai Rp477,63 miliar atau naik dari tahun lalu, Rp355,05 miliar.

Saat ini, pihaknya tengah melelang operasional tujuh rute tol laut baru bagi perusahaan swasta. Perusahaan pelayaran swasta itu nantinya akan mendapatkan subsidi terhadap tarif kontainer yang dititipkan kepada kapal-kapal reguler.

“Kami harapkan lelangnya minggu depan selesai. Begitu selesai langsung beroperasi karena kan mereka sudah ada kapal reguler ,” ujarnya.

Tujuh trayek yang dijalankan oleh perusahaan swasta tersebut bertolak dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, delapan rute sisanya ditugaskan kepada perusahaan pelat merah. Enam di antaranya menjadi tanggung jawab PT Pelni dan dua sisanya ditugaskan kepada PT ASDP Indonesia Ferry.

Lebih lanjut, Agus berharap keberadaan tol laut bisa mengatasi masalah disparitas harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, harga kebutuhan pokok, terutama di luar Jawa, bisa lebih terjangkau.(Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here