Home News KADIN,  ASKI dan Koperasi Mitra Malabar  Tandatangani Kerjasama.

KADIN,  ASKI dan Koperasi Mitra Malabar  Tandatangani Kerjasama.

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia bersama Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia (ASKI) dan Koperasi Mitra Malabar menandatangani nota kesepahaman peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, pembiayaan dan teknologi.

“Kerja sama ini termasuk di dalamnya meliputi pertukaran informasi dan kontak bisnis untuk memperluas jaringan bisnis sabut kelapa,” ujar Ketua Kadin Eddy Ganefo di kantor pusat Kadin, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Eddy menambahkan,  kerjasama dengan asosiasi sabut kelapa dan koperasi mitra malabar adalah untuk mewujudkan terciptanya satu juta pengusaha baru dan meningkatkan pengusaha lama lebih baik dan modern agar dapat bersaing terutama dengan pelaku usaha dalam dan luar negeri.

“Permintaan sabut kelapa dari berbagai importir beberapa negara sangat banyak dan belum dapat dipenuhi semuanya, karena kendala hasil produksi yang belum maksimal. Selain itu untuk beberapa wilayah di Indonesia, masih terkendala dengan sarana pelabuhan eksport yang belum mendukung, sehingga belum efisiensi didalam penjualan,” kata Eddy.

Untuk itu, Eddy berharap kerja sama ini bisa meningkatkan nilai tambah terutama bagi pelaku usaha sabut kelapa sebagaimana misi program Kadin  dalam Kadin Wiranusa atau Kadin Wirausaha Nusantara.

“Kami berharap MoU ini akan meningkatkan hubungan dan kerja sama di antara kami ke depannya, sehingga permasalahan dan kendalanya bisa diatasi untuk mengakselerasi peluang bagi pelaku usaha sabut kelapa kedepannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana program Kadin Wiranusa, Tedy Aliudin yang juga Ketua Badan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia, menyatakan optimis program Wiranusa dapat terlaksana dengan baik. Dan di awal daerah Pangandaraan menjadi pilot proyek usaha sabut kelapa.

“Melalui pilot proyek usaha sabut kelapa di Pangandaran diharapkan dapat diresmikan dalam waktu dekat, karena segera menyusul beberapa Kampung Wiranusa lainnya yang telah dirintis,” ujarnya.

Pilot Projek usaha sabut kelapa di Pangandaran, kata Tedy akan menjadi ikon program kadin dalam menciptakan usaha, lapangan pekerjaan, produk eksport dan bahan baku yang sebelumnya merupakan limbah, namun dapat menghasilkam devisa.

“Sri Langka merupakan negara yang pendapatan devisanya 30% berasal dari eksport sabut kelapa. Kedepan, sabut kelapa harus menjadi penyumbang devisa yang cukup besar untuk Indonesia. Apalagi, satu perangkat mesin sabut kelapa bisa menyerap lebih kurang 100 tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Seperti diketahui Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar di dunia, dimana  produksi butir kelapa yang dihasilkan mencapai 15 milyar butir kelapa setiap tahunnya. Namun, sabut kelapa masih menjadi bagian limbah yang belum termanfaatkan dan sebagian besar hanya dibakar begitu saja.

Dengan teknologi yang dimiliki, sabut kelapa bisa diproses menjadi cocofiber yang dapat dipergunakan terutama sebagai bahan baku jok mobil, dan cocofeat sebagai media tanam yang dapat menyuburkan lahan bekas tambang, serta sebagai bahan baku untuk pakan ternak.

Hadir dalan kerjasama tersebut Ketua ASKI, Efli Ramli, Ketua Koperasi Mitra Malabar, Ir Jayagama dan jajaran pengurus Kadin beserta pelaku usaha sabut kelapa di seluruh Indonesia.(Smn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here