
Matanurani, Riyadh – Presiden Joko Widido berharap forum Arab Islamic American Summit memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat dan menghilangkan persepsi AS yang melihat Islam sebagai musuh.
Hal ini diungkapkan Presiden saat berbicara dalam konferensi yang mempertemukan para pimpinan negara-negara Arab dan Islam dengan Presiden AS Donald Trump di King Abdul Aziz International Convention Center Riyadh, Arab Saudi, Ahad (21/5).
“Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia,” kata Presiden.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan sejarah mengajarkan bahwa kekuatan militer saja tidak akan mampu mengatasi terorisme, dan karenanya Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan itu dengan “soft-power” yaitu lewat pendekatan agama dan budaya. Ia mencontohkan upaya yang dilakukan Indonesia.
“Untuk program deradikalisasi, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat. Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran. Sementara untuk kontra-radikalisasi, Indonesia merekrut netizen muda dengan follower banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai,” jelasnya. ((Rep).



































