Matanurani, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 yang mencapai 5,06%. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di Kuartal II-2017 sebesar 5,01%.
Kepala BPS Kecuk Suharyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III didorong oleh beberapa sektor. Diantaranya konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pendorong tertinggi untuk perekonomian Indonesia.
“Kita tahu kontribusi konsumsi rumah tangga ke PDB sangat tinggi sekali. Kita lihat konsumsi rumah tangga tumbuh 2,65% secara yoy meski sedikit melambat menjadi 4,93% di kuartal III-2017 dari kuartal II sebesar 4,95%. Tapi seluruh komponen naik,” ungkap Kecuk di Kantornya, Jakarta, Senin (6/11).
Kecuk menyebutkan yang sedikit mengalami perlambatan yakni sektor perumahan sedangkan sektor kesehatan dan pendidikan mengalami kenaikan. Menurutnya jika ditelusuri lebih dalam ada kecenderungan bahwa masyarakat mulai bergeser dari non leissure ke leissure (restoran, hotel, rekreasi dan kebudayaan). Ada indikasi yang kuat share konsumsi leasure dibandingkan Kuartal III-2016.
“Kami tidak mampu memilah konsumsi per lapisan tapi pola konsumsi ini kedepan perlu di waspadai peran media sosial rekreasi kemana-mana dengan tarif tidak terlalu mahal pengaruhnya ke lifestyle,” jelasnya.
Selain itu, BPS juga mencatat dari sisi investasi pertumbuhannya untuk kuartal III-2017 mengalami peningkatan yang bail dibandingkan kuartal II-2017.
“Investasi tumbuh sangat menggembirakan hampir diseluruh komponen, lebih bagus dibandingkan kuartal II. Dikarenakan ekspor membaik dan sisi produksi juga tumbuh menggembirakan karena produksi CPO,” tukasnya.
Berikut ini sumber pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2017 berdasarkan lapangan usaha (yoy):
1. Industri pengolahan tumbuh 1,02% (yoy).
2. Konstruksi tumbuh 0,69% (yoy).
3. Infokom tumbuh 0,45% (yoy).
4. Perdagangan 0,72% (yoy).
5. Lainnya 2,18% (yoy).
Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 juga didorong peningkatan konsumsi rumah tangga hingga pemerintah, dengan rincian sebagai berikut:
1. Konsumsi rumah tangga 4,93% (yoy).
2. Pembentuk modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 7,11%.
3. Ekspor 17,27% (yoy).
4. Konsumsi Pemerintah 3,46% (yoy)
5. Konsumsi LNPRT 6,01% (yoy)
6. Impor 15,09% (yoy).



































