Home News BEI Bahas Tantangan Dunia Usaha dan Pasar Modal

BEI Bahas Tantangan Dunia Usaha dan Pasar Modal

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumpulkan pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Kehadiran para pengusaha tersebut tidak lain adalah untuk membahas tantangan dunia usaha dan pengembangan pasar modal yang dikemas dalam diskusi CEO Focus 2017.

Dalam sambutannya, Direktur Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya mengatakan bahwa isu perkembangan dunia usaha sangat menarik dan selalu ditunggu oleh emiten tercatat di pasar modal. Pasalnya, perkembangan dunia usaha ini akan menjadi pertimbangan perusahaan dalam memutuskan strategis bisnis.

Alpino menyatakan, perkembangan di pasar modal tidak pernah lepas daripada kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Telah hadir di antara kita dari pejabat pemerintah dan pengusaha, sehingga kita harapkan ada komunikasi dan diskusi pada hari ini, karena Indonesia adalah tempat yang sangat luar biasa untuk berinvestasi baik bagi masyarakat domestik atau luar negeri,” kata dia di Gedung BEI, Senin (6/11).

Senada dengan Alpino, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang, juga mengatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah dengan perputaran roda dunia usaha. Hingga saat ini, dalam tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan 16 kebijakan.

“Implementasi kebijakan ekonomi jelas berdampak langsung bagi dunia usaha dan investor,” kata dia.

Selain daripada kebijakan pemerintah, keberadaan pasar modal, juga diakui oleh Franciscus menjadi komponen krusial dari perkembangan dunia usaha.

“Keberadaan pasar modal, memiliki banyak manfaat bagi ekonomi secara keseluruhan maupun bagi investor dan lainnya. Dan emiten menjadi bagian penting dari perkembangan pasar modal,” imbuh dia.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa optimisme industri sudah terbangun, terlihat daripada angka pertumbuhan industri. Saat ini, pertumbuhan industri menyumbang sebesar 22% dari PDB.

“Pertumbuhan produksi manufaktur, bahkan lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi,” kata Airlangga.

Hadir dalam diskusi ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Staf Khusus Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian Edi Putra Irawady, Direktur Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Wahyu Widodo, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.

Diskusi ini mengupas tentang arah dan langkah strategis pemerintah dalam membangun dunia usaha. Selain itu, juga dibahas tentang perkembangan ketenagakerjaan khususnya pengupahan dan struktur skala upah. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here