Home News Indonesia Gelar Forum P20, Bahas Kerjasama Multilateral Hadapi Krisis Ekonomi dan Perubahan...

Indonesia Gelar Forum P20, Bahas Kerjasama Multilateral Hadapi Krisis Ekonomi dan Perubahan Iklim

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Parlemen anggota G20 (P20), DPR RI mengadakan forum pertemuan yang menghadirkan para pembicara P-20 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/10).

Pertemuan yang diberi nama “Parliamentary Forum in the Context of the G20 Parliamentary Speakers Summit” merupakan rangkaian kegiatan The 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) yang akan secara resmi dibuka pada besok, Kamis (6/10).

Acara dimulai pukul 14.00 WIB, dibuka dengan sambutan dari dua perwakilan aktivis lingkungan, yakni aktivis muda Indonesia, Aeshnina Azzahra Aqilani dan Ketua Yayasan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Farwiza Farhan.

Aeshnina yang baru berusia 15 tahun memperoleh kesempatan menjadi yang pertama menyampaikan pandanganya. Ia meminta partisipasi forum untuk mulai mengurangi sampah plastik dengan membuat regulasi yang kuat.

“Tolong buat kebijakan yang kuat untuk melindungi masa depan saya dan pemuda di negara Anda. Kebijakan yang dapat mengurangi jumlah produksi plastik dan melarang penggunaan bahan kimia berbahaya pada pembuatan plastik,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, aktivis lingkungan yang sangat peduli pada ekosistem Leuser di Sumatra, Farwiza menekankan perlunya sebuah regulasi yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan upaya konservasi.

“Saya berharap agar semua pemimpin dunia dapat melihat konsekuensi dari kebijakan yang dibuat hari ini sangat berpengaruh untuk masa depan. Kita perlu mendukung konservasi yang dilakukan oleh banyak pihak yang ingin menjaga hutan mereka,” tegasnya.

Selanjutnya Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Fadli Zon naik ke atas panggung dan menyampaikan pidato pembuka dengan menyebut multilateralisme sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bersama.

“Multilateralisme adalah satu-satunya jalan yang bisa kita percaya untuk menjembatani berbagai perspektif dari banyak negara dan mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi bersama,” terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ikut berbicara dalam forum pembuka P-20 tersebut. Ia menyebut jika Indonesia telah berupaya untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan.

“Presiden Jokowi optimis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini dan tahun depan. Namun Indonesia juga sadar bahwa perlu untuk menyeimbangkan itu dengan lingkungan. Presiden memiliki target untuk mencapai emisi nol karbon di tahun 2026,” tuturnya.

Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi pembicara terakhir dalam forum pembuka tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mensukseskan kontribusi parlemen dalam menyelesaikan berbagai krisis global.

“Indonesia, dengan semangat gotong royongnya, siap, mau dan mampu untuk berkolaborasi dengan dunia global dalam membangun dunia bersama,” tambah Puan.(Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here