Home News HIMPULI: Potensi Ayam Lokal Perlu Diarahkan ke Industrialisasi

HIMPULI: Potensi Ayam Lokal Perlu Diarahkan ke Industrialisasi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI), Ade M Zulkarnaen menyebutkan jenis ayam asal Indonesia (lokal) saat ini hampir 80 persen akan punah. Untuk itu,  agar tetap bisa bersaing, kekayaan sumber genetik itu perlu dikembalikan dan diarahkan ke industrialisasi.

“Ayam asli Indonesia hampir punah, 80 persen. Kita harus mengembalikan kekayaan sumber genetik supaya kita bisa bersaing (di era MEA red.),” kata Ade M Zulkarnaen dalam Fokus Group Diskusi (FGD) Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), di Jakarta, Selasa (14/11).

Menurut Ade, dahulu negara besar seperti Amerika membuat rekayasa genetika dari ayam lokal menjadi ayam ras karena adanya ayam asli Indonesia. Ayam ras tersebut selanjutnya mereka ekspor ke banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Potensi ayam lokal, lanjutnya, sudah sejak 45 tahun lalu dimarjinalkan oleh pemerintah.

Ade mengaku bahwa ayam lokal harus mulai diarahkah ke industrialisasi, salah satunya adalah meningkatkan produksi jenis ayam tersebut dalam jumlah besar. “Arah industrialisasi itu agar sektor ini bisa bersaing. Kalau tidak, ayam lokal dari Thailand yang masuk,” jelasnya. Lebih lanjut, pola usaha ternak ayam lokal sedang dilakukan restrukturisasi dari cara tradisional menuju cara intensif.

Terkait dengan prospek penjualan antara ayam lokal dan ayam ras, Ade mengatakan bahwa pangsa pasar kedua jenis ayam tersebut berbeda. “Ayam lokal, pelakunya peternak rakyat, jadi yang menikmati keuntungan besar peternak rakyat.

Kalau ayam ras, pelakunya perusahaan besar, jadi yang untung ya perusahaan besar,” jelasnya. Himpuli menargetkan pada 2017, ayam lokal bisa berkontribusi 25 persen dari produksi ayam nasional. Perlu diingat, bahwa target 25 persen tersebut tidak mengganggu pangsa pasar ayam ras karena kedua jenis ayam tersebut memiliki pangsa pasar berbeda.

Ia mendorong pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas untuk usaha peternakan ayam lokal. Selain itu, pemerintah juga diharapkan untuk melakukan promosi yang berkelanjutan untuk mengonsumsi produk ternak lokal.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here