Matanurani, Jakarta – Memasuki pergantian tahun, Pilkada Serentak 2018 pun semakin dekat. Isu Suku Ras, Agama dan Antar-Golongan (SARA) kerap bergeliat dalam kontestasi politik tersebut.
Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto mengajak semua pihak untuk menjauhi isu SARA dalam menghadapi Pilkada Serentak yang akan digelar di 171 daerah pada 2018. Sebab, memainkan isu SARA manfaatnya hanya merusak persatuan bangsa.
“Kompetisi politik tahun 2018 tahun politik pilkada dijauhkan dari isu SARA dan hoax,” ujar Wasekjen Hanura Tri Dianto dalam siaran pers, Senin (1/1).
Menurut Tri Dianto, kampanye-kampanye pilkada serentak harus mengedepankan program untuk kesejahteraan rakyat. Bukan dengan menggunakan SARA dan hoax, karena manfaatnya hanya merusak nilai-nilai toleransi dan persatuan bangsa.
“Kita tinggalkan tahun 2017 yang panas dengan isu SARA dan penyebaran kebencian. Konflik dan ketegangan karena kebencian berdasarkan SARA sangat tidak baik dan bisa ganggu persatuan bangsa. Ini yang harus ditinggalkan,” tegasnya.
“Tahun baru 2018 harus membuat kita lebih dewasa. Toleransi dan semangat persatuan harus dikuatkan. Semangat Bhinneka tunggal Ika harus makin ditanamkan,” katanya.
Bila itu dilakukan, sambungnya, diharapkan Pilkada Serentak 2018 bisa lebih baik dan berjalan dengan damai. Pada momen pergantian tahun ini, Tri Dianto membuat kegiatan bakti sosial berupa pengobaran gratis dan sunatan massal, serta doa bersama.
“Intinya saya ingin bersyukur tahun 2017 diberi anugerah kesehatan dan kelancaran. Bersyukur ya caranya dengan berbagi dengan sedulur-sedulur yang membutuhkan,” katanya.(Smn).





































