Home News Epidemiolog UI Puji Kinerja Jokowi Tangani Pandemi

Epidemiolog UI Puji Kinerja Jokowi Tangani Pandemi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menanggulangi pandemi Covid-19, bahkan diberi nilai A.

Namun, Pandu menyayangkan, seharusnya pemerintah sudah bisa mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebelum penyelenggaraan KTT G-20 yang digelar pada November 2022 lalu di Bali.

“Kalau mau dikasih nilai, karena saya dosen, kinerja Pak Jokowi dalam mengendalikan pandemi itu nilainya A, walaupun dalam pencabutan PPKM saya juga agak kesal karena menunda-nunda. Seharusnya bisa lebih cepat sebelum G20,” kata Pandu Riono dalam acara rilis hasil Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk “Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, serta Peta Politik Terkini” secara daring, Minggu (22/1).

Pandu menyampaikan, sejak periode Lebaran tahun 2022, pembatasan sebetulnya juga sudah dilonggarkan. Masyarakat bisa leluasa bergerak, tidak seperti Lebaran tahun sebelumnya.

“Sekarang semakin percaya diri, saya kira pemerintahan Pak Jokowi sudah mulai harus memulihkan ekonomi karena masyarakat kita sebagian besar masih merasakan income-nya belum balik, masih belum dapat pekerjaan,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan hasil survei yang dirilis LSI, mayoritas publik atau 76,2% merasa cukup/sangat puas dengan dengan kerja Presiden Jokowi. Survei ini dilakukan LSI pada awal Januari 2023 dengan metode random digit dialing (RDD) sebanyak 1.221 responden. Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei LSI mengungkapkan kebijakan pencabutan PPKM diketahui oleh sekitar 47% publik. Dari yang tahu, mayoritas setuju dengan pencabutan PPKM tersebut.

Awareness terhadap pencabutan PPKM lebih tinggi di kelompok perempuan, usia lebih dari 55 tahun, pendidikan tinggi, kalangan pegawai, guru/dosen/profesional, dan berpendapatan lebih dari Rp 4 juta, terutama di perkotaan.

“PPKM saat ini sudah dicabut yang berarti pembatasan kegiatan karena pandemi sudah tidak berlaku. Namun, mayoritas publik atau 77,4% merasa penggunaan masker saat ini masih cukup atau sangat diperlukan. Dalam sepekan terakhir, mayoritasnya selalu (30,9%) atau lebih sering (26,7%) menggunakan masker di tempat umum di luar rumah,” ungkap Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.

Hasil survei LSI juga mengungkap, mayoritas publik (59,3%) setuju atau sangat setuju jika warga tetap harus sudah divaksin sebagai syarat melakukan perjalanan, walaupun PPKM sudah dicabut. Mayoritas (82,1%) juga setuju atau sangat setuju jika pemberian bantuan sosial tetap diberikan walaupun PPKM sudah dicabut.(Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here