Home News Diduga Kelebihan Muatan, Pasca Insiden Kapal Karam di Danau Toba

Diduga Kelebihan Muatan, Pasca Insiden Kapal Karam di Danau Toba

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Dugaan kapal KM Sinar Bangun karam di Danau Toba karena kelebihan muatan diperkuat keterangan salah satu saksi mata, Bobi Septian.

Dia berada di sekitar pelabuhan sewaktu insiden ini terjadi. KM Sinar Bangun berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju pelabuhan Tigaras di Parapat, Kabupaten Simalungun.

Menurut Bobi, selain KM Sinar Bangun, banyak kapal memaksakan diri mengangkut penumpang dari Dermaga Simanindo. “Tadi di pelabuhan antrean sudah panjang. Saya juga tadi menyebrang dari Simanindo. Agak jantungan juga, karena kapal kami juga melebihi muatan,” kata Bobi seperti dikutip dari indopos, Selasa (19/6).

Dia menilai, petugas sebagai pemilik otoritas di pelabuhan tidak sigap. Bahkan, dia melihat pembiaran terjadi. “Tadi terdapat petugas dengan seragam Dishub satu orang. Diam saja. Pelampung di kapal juga gak ada tadi, ” kata Bobi.

Senada dengan Bobi, saksi mata lain, Dimas menuturkan kondisi serupa. Kondisi di Parapat, Kabupaten Simalungun dipadati wisatawan dari berbagai daerah. “Padat kali, lalul intas juga macet di sana. Padahal sudah banyak Polisi mengatur. Tapi memang padat.”

Dari video di dunia maya terlihat ada belasan orang terombang-ambing di danau menunggu bantuan dari sebuah kapal penumpang. Beberapa petugas kapal, langsung melemparkan ban penyelamat dan pelampung ke arah korban selamat.

KM Sinar Bangun di duga mengangkut sekitar 80 orang wisatawan. Hingga saat ini,18 orang korban berhasil diselamatkan, satu orang tewas dan  53 orang tidak ditemukan. (Ind).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here