Home News Anwar Ibrahim : Korupsi Jadi Budaya di Negara Muslim

Anwar Ibrahim : Korupsi Jadi Budaya di Negara Muslim

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bicara soal praktik korupsi yang sudah membudaya di negara muslim.

Menurutnya, yang terjadi selama ini di negara yang faham islamnya sangat kuat justru seringkali ada lebih banyak dana hilang.

Di Malaysia pun, menurutnya lebih banyak uang hilang di bawah pimpinan orang yang memiliki gelar Melayu yang tinggi.

“Korupsi dan rasuah itu sudah jadi budaya. Juga di negara Islam, lebih kuat slogan Islamnya lebih banyak dana hilang. Atau di Malaysia, lebih kuat suara ketuanan Melayunya, lebih cepat lesap uangnya. Jadi jangan terpukau slogan, janji muluk, dan, kata-kata,” ungkap Anwar Ibrahim dalam CT Corp Leadership Forum, di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Menurutnya, selama ini banyak sekali orang yang hingar bingar bicara soal demokrasi namun tak pernah memerhatikan apa yang namanya akuntabilitas.

Khususnya bagi para pejabat yang banyak bicara soal demokrasi. Menurutnya yang harus jadi tolok ukurnya adalah apakah pejabat itu berani jujur dalam melaksanakan amanatnya.

“Apakah benar orang yang pegang tampuk kekuasaan yang menang dukungan rakyat menang atas kaedah dan etika yg dipertahankan,” sorot Anwar Ibrahim.

“Sudah punya kuasa apakah mereka jujur melaksanakan amanah itu, emban trust,” sebutnya.

Menurutnya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mempertahankan nilai-nilai dan akhlak yang baik. Pemimpin juga harus sederhana. Jangan sampai sudah jadi pemimpin namun berorientasi pada kepentingan pribadi.

“Jadi bukan gunakan kuasa untuk perkayakan sanak saudara kroni mereka. Bagi saya, ini adalah perawalan,” sebut Anwar Ibrahim.

Sebagai informasi, sejumlah tokoh menghadiri CT Corp Leadership Forum yang akan diisi oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. Tokoh yang hadir salah satunya Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).

Selain JK, hadir Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menparekraf Sandiaga Uno, Mendag Zulkifli Hasan, mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, dan mantan Mensesneg Yusri Ihza Mahendra.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, Staf Khusus Presiden Putri Tanjung, hingga Politikus Golkar Akbar Tandjung juga hadir.(Det).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here