Home Pariwisata Eksotisnya Panorama Alam di Herman Lantang Camp, Bogor

Eksotisnya Panorama Alam di Herman Lantang Camp, Bogor

0
SHARE

MATANURANI.COM, Bogor – Bila Anda hendak berwisata yang tak terlalu jauh dari kota Jakarta, Curug Nangka di kaki Gunung Salak, Ciapus, Bogor, bisa menjadi alternatif destinasi tujuan. Curug ini tidak hanya menjadi destinasi favorit bagi warga lokal, melainkan juga banyak disambangi oleh warga Jakarta, Bandung, Sukabumi serta kota-kota di Jawa Barat dan Banten.

Selain Curug Nangka, terdapat  dua curug lainnya yakni Curug Daun dan Curug Kaung dengan ketinggian antara 20 – 30 meter. Debit air yang jatuh di ketiga curug itu amatlah deras dan pasti akan memanjakan mata.

Anda dapat mandi dan berbasah-basah di curug, serta bermain air di alirannya. Yang penting, kehati-hatian harus tetap terjaga, karena licinnya bebatuan di curug dan kontur medan yang bergelombang – gelombang.

Karena terletak di kaki gunung, udaranya tentu sangat sejuk, dan ini membuat anda akan betah berlama-lama menikmati keeksotisan serta kesunyian panoramanya. Hanya suara air jatuh yang menyapa telinga. Jika ingin lebih lama lagi, maka andapun dapat bermalam dengan mendirikan kemah di sekitaran curug.

Tentunya akan memberikan nuansa yang berbeda dengan menghabiskan malam di areal curug di tengah hutan pinus di kaki Gunung Salak yang rimbun dan tenang. Apalagi tidak jarang anda juga akan menjumpai gerombolan kera-kera liar yang ramah seolah-olah mengajak kita bercanda.

Namun apabila anda tidak membawa tenda, tak perlu khawatir. Karena di sekitaran destinasi wisata unggulan di kabupaten Bogor itu terdapat Herman Lantang Camp (HLC), di mana anda dapat glamping (berkemah di tenda dengan fasilitas layaknya hotel) di sini. Jadi anda tetap bisa tidur dengan nyenyak di kasur lengkap dengan bantalnya, juga ketersediaan aliran listrik.

Bagi para pecinta alam nama Herman Lantang tentu tidak asing lagi, karena mentor dari Mahasiswa Pecinta Alam – Universitas Indonesia (Mapala – UI) itu merupakan penggiat alam dan pendaki gunung yang sudah melegenda bersama sahabatnya almarhum Soe Hok Gie tokoh aktifis mahasiswa kala itu.

Di hari tuanya, pria kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara itu kini mengelola HLC bersama Joyce Moningka, isteri tercintanya. Selain juga kerap diundang untuk menjadi narasumber dalam acara-acara kepecintaalaman.

Di sini anda tidak cukup merasakan sensasi bermalam di tenda, namun juga bisa melakukan trekking di hutan yang padat dan hijau di arealnya seluas 2 hektar serta mendapatkan pepohonan langka yang ditanam dan dibawa oleh Herman Lantang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia tatkala menjelajahi gunung-gunung pada usia mudanya.

Bukan itu saja, anda juga dapat melihat-lihat beraneka macam spesies pohon Lidah Mertua yang dikoleksinya dan budidaya pohon Stevia, yakni sejenis pohon bahan pemanis pengganti gula, namun nol kalori.

Sepertinya antara ketiga curug beserta Herman Lantang Camp merupakan bagian yang tak terpisahkan untuk dinikmati bersama keluarga maupun teman untuk merasakan eksotisnya panorama alam hutan pegunungan. (Simon Andar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here