Matanurani, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebut nilai tukar Rupiahmengarah pada tren penguatan. Melihat kondisi ini, eksportir diminta untuk tidak khawatir karena pelemahan Dolar AS bisa menggerus pendapatan mereka jika dikonversi ke mata uang dalam negeri.
“Ya arahnya memang begitu. Belum apa-apa sudah khawatir,” kata Menko Darmin di kantornya, Jumat (13/9).
Mantan Gubernur BI tersebut menjelaskan, eksportir tidak perlu khawatir dengan menguatnya nilai tukar, sebab level saat ini dinilai masih kompetitif.
Mengutip Bloomberg, Rupiah dibuka di level Rp 13.930 saat pembukaan. Rupiah menguat tipis dibanding penutupan kemarin pada level Rp 13.994 per USD. Namun Rupiah mulai bergerak melemah usai pembukaan.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiahdipatok di angka 13.950 per USD. Menguat jika dibandingkan dengan patokan pada tanggal (12/9) yang ada di angka 14.052 per USD.
Dia mengungkapkan penguatan Rupiah dinilai mengkhawatirkan jika mencapai level Rp 13.300-13.400 per USD. Level ini lah yang terjadi pada Januari 2018.
“Kita itu kan awal 2018 kurs itu Rp 13.400-13.500, masa sekarang Rp 14.000 atau dekat-dekat Rp 13.900 sudah khawatir? Kalau sudah Rp 13.400 atau Rp 13.300 boleh khawatir,” tutupnya.(Mer).





































