Matanurani, Jakarta – Saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 73 di Komplek Parlemen, Jakarta, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa membangun bangsa bukan sekedar membangun dan mengembangkan fasilitas atau infrastruktur bagi masyarakat namun membangun mental dan karakter bangsa
“Membangun bangsa ini adalah membangun mental dan karakter bangsa,” kata Presiden RI, Jokowi, Kamis (16/8).
Jokowi menyebut selama ini masyarakat selalu menilai pembangunan infrastruktur hanya sebatas membangun fisik. Padahal, dengan pembangunan infrastruktur yang mapan itu ada misi untuk menyatukan antar budaya di seluruh Indonesia.
“Padahal sesungguhnya kita sedang membangun peradaban, membangun budaya, membangun infrastruktur budaya baru,” sebut Jokowi.
Menanggapi isi pidato tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Hanura Benny Pasaribu sepakat dan mengapresiasi langkah Jokowi bahwa membangun bangsa adalah membangun mental dan karakter bangsa untuk mencapai kehidupan yang layak dan bermartabat.
“Membangun peradaban itu adalah untuk mencapai kehidupan yang layak dan bermartabat sebagaimana yang sudah digariskan dalam 4 Pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Benny kepada matanurani di Jakarta, Jumat (17/8).
Selain itu Benny menambahkan membangun peradaban mencakup didalamnya politik yang beradab, ekonomi yang beradab, sosial budaya yang beradab, sumberdaya manusia yang beradab, otonomi daerah yang beradab, hukum dan keamanan yang beradab serta kerjasama internasional yang beradab.
“Jika ketujuh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara itu dilihat secara komprehensif dan integratif untuk Indonesia beradab maka dengan sendirinya Indonesia akan menjadi negara maju dan kuat, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” terang Benny.
Berikut ketujuh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara itu untuk Indonesia beradab:
Pertama, Politik yang beradab, santun, jujur, bersih dari politik transaksional.
Kedua, Ekonomi beradab, bersaing sehat dan adil, berpihak pada ekonomi kerakyatan berbasis produk unggulan daerah dan kearifan lokal, UMKM dan Koperasi, dan bebas dari kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial.
Ketiga, Sosial Budaya yang Beradab kebersamaan, gotong royong, toleransi antar SARA, saling menghargai, pemetaan keunggulan daerah berbasis keunikan seni budaya dan produk lokal.
Keempat, Sumber Daya Manusia yang Beradab; Manusia unggul yang berkarakter dan berakhlak mulia, bertanggung jawab, santun, sederhana, produktif, disiplin, bersih dari KKN, toleran dan saling menghargai terhadap perbedaan SARA, mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi. Pendidikan diarahkan terutama untuk membentuk manusia unggul dan profesional.
Kelima, Otonomi Daerah yang Beradab. Pemimpin daerah yang melayani dan pro rakyat, mempermudah perizinan, melindungi dan memelihara keunikan dan keunggulan daerah, tata kelola dana APBD dan dana desa secara tepat guna dan bebas dari KKN.
Keenam, Hukum dan Keamanan yang Beradab; keadilan dan kepastian hukum, ketertiban umum, kenyamanan tinggal dan berusaha, bebas dari radikalisme, intoleransi, premanisme, ujaran kebencian, penyalahgunaan narkoba, dan kejahatan ekonomi lainnya.
Ketujuh adalah Kerjasama Internasional yang Beradab; saling menghargai dan menghormati kedaulatan negara, mengutamakan kepentingan bangsa sendiri, pasar global yang adil dan sehat, menggalakkan ekspor, diplomasi daripada perang dan sebagainya. (Smn).




































