Home Benny's Wisdom Industri Prioritas Memiliki Potensi Besar Terhadap Peningkatan Ekonomi Indonesia

Industri Prioritas Memiliki Potensi Besar Terhadap Peningkatan Ekonomi Indonesia

0
SHARE

MATANURANI, Jakarta – Industri prioritas memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif dan motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan.

“Empat industri prioritas dimaksud adalah industri pertanian, industri ekonomi kreatif, industri pariwisata dan industri maritim. Apabila strategi kebijakan dan implementasinya benar maka Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain, bahkan bisa menjadi negara industri terbesar ke 4 dunia.” kata Benny Pasaribu, anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) dalam paparannya bersama The Chartered Institute of Procurement and Supply (CIPS) dan The British Chamber of Commerce Indonesia, di hotel Pullman Jakarta, rabu (26/4).

Kendati begitu, masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor industri tersebut. Salah satunya masih rendahnya pendidikan dan keterampilan SDM di 4 sektor tersebut, seperti petani dan nelayan yg rata-rata hanya 5 tahun mengikuti pendidikan, alias tidak lulus SD. Sistem pendidikan vokasi hingga di pedesaan harus dikembangkan dengan kerjasama pembiayaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/ kota.

Lemahnya daya saing produk Indonesia terutama karena adanya berbagai hambatan/ rintangan berusaha dan berinvestasi yang buntutnya biaya mahal. Ditambah lagi dengan kondisi infrastruktur dan ketersediaan energi di pedesaan yang juga masih terbatas.

Namun demikian, disampaikan Benny kebijakan pemerintah saat ini semakin mendukung pertumbuhan industri, perdagangan dan investasu. Berbagai peraturan dan perijinan telah dicabut terutama yang mengakibatkan prosedur yang sangat rumit dan berbiaya tinggi. Ease of doing business makin kondusif. Pembangunan infrastruktur juga makin digalakkan, termasuk jalan, jembatan, waduk/ embung, listrik, kawasan industri, pelabuhan laut dan bandara, yang menyebar dari Aceh hingga Papua.

Dengan berbagai terobosan dan kemudahan kebijakan yg telah diambil oleh Presiden Jokowi maka peluang industrialisasi akan lebih cepat berkembang.

Dalam even bertajuk “Supply Management in the Economy of the future” itu turut menghadirkan Mark D Lamb, General Manager Asia Pacific CIPS.

Dalam kesempatan itu Lamb menyampaikan bahwa sektor industri mampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dengan adanya industri ini mampu mengeluarkan masyarakat miskin dari garis kemiskinan karena penghasilan dari sektor ini.

Lamb mengungkapkan sektor industri menjadi sumber pekerjaan penting bagi ekonomi Indonesia.

(Simon Andar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here