Home HKTI HKTI dan Indostock Gelar CEO Forum & Seminar Outlook 2019: Agroindustry 4.0

HKTI dan Indostock Gelar CEO Forum & Seminar Outlook 2019: Agroindustry 4.0

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal (Purn) Dr Moeldoko menginginkan agar petani Indonesia memiliki nilai yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. Salah satu cara untuk menaikan nilai tersebut adalah petani harus mampu bekerja sama dengan mitra kerja yang kompeten dan memiliki komitmen.

Mitra kerja tersebut, antara lain, pengusaha, investor agrikultur, dan lembaga keuangan yang dapat mengakomodasi produk-produk pertanian. Cara mengelola kerja sama itu adalah dengan membuat strategic partner dengan mereka yang punya komitmen. Tidak bisa lagi semua urusan petani dan pertanian diserahkan kepada pemerintah pusat atau daerah yang mengelola.

Strategi itu merupakan salah satu inovasi dalam ekosistem pertanian yang telah dan akan terus dilakukan oleh HKTI. Dalam ekosistem inovasi pertanian tersebut, HKTI berperan sebagai ‘bridging institution’ yang berfungsi menjembatani kerja sama atau kemitraan petani dengan pemerintah, pasar, industri, lembaga keuangan, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya.

HKTI juga menjadi mitra strategis yang positif bagi pemerintah dalam membangun pertanian dan memakmurkan petani. Dalam posisi ini, organisasi HKTI tidak melakukan politik praktis melainkan melaksanakan politik membangun kedaulatan pangan Indonesia. “Perjuangan HKTI adalah memakmurkan petani dan membangun kedaulatan pangan,” ungkap Moeldoko.

Menurutnya, jika ekosistem inovasi di atas bisa berjalan kondusif, terutama dalam kebijakan inovasi teknologi, maka rantai nilai pertanian akan berkembang menjadi dunia agrobisnis yang baik dan sehat seperti yang terjadi pada negara-negara maju.

Salah satu contoh inovasi untuk menaikkan nilai petani adalah mengupayakan agar petani tidak hanya menjual gabah, namun juga bisa menjual beras. Jika ini bisa dilakukan maka petani akan mendapatkan nilai tambah yang lebih menguntungkan.

Moeldoko mengatakan, dengan terus melakukan inovasi yang kreatif dan menyelaraskan diri dengan perkembangan teknologi maka pembangunan pertanian akan mampu menumbuhkan agroibisnis dan agribisnis modern sesuai tuntutan zamannya. Dan pada gilirannya petani-petani akan turut maju dan menikmati hasil pertaniannya dengan memadai.

Inovasi tersebut akan terus ditumbuhkan agar pertanian kita terbebas dari belitan masalah-masalah klasiknya. Masalah pertama, pemilikan lahan petani yang rata-rata hanya 0,2 hektar. Kedua, kondisi tanah yang sudah rusak akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Ketiga, aspek permodalan dan lemahnya manajemen petani. Keempat, penguasaan teknologi dan inovasi teknologi. Dan, kelima adalah pasca panen.

Pada sisi yang lain, saat ini kita menghadapi tantangan berupa kebutuhan komoditas pertanian yang makin tinggi untuk kebutuhan konsumsi dan industri. Tidak seimbangnya antara demand dan supply dalam negeri, memaksa kita melakukan impor. Jadi tantangan kita adalah bagaimana mengurangi impor dengan membangun kemandirian nasional serta kedaulatan pangan.

Inilah, antara lain, alasan mengapa sebagai ketua umum HKTI, Moeldoko setuju dan mendukung  rencana media pasar modal Indostock.id menggandeng HKTI menyelenggarakan CEO Forum & Seminar – Outlook 2019: Agroindustry 4.0 (Momentum Kebangkitan Agro Industri untuk Kemandirian Pangan Indonesia dan Pasar Global) di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (13/12).

Melalui forum ini diharapkan petani dan semua pemangku kepentingan dunia pertanian dapat melakukan evaluasi dan melihat potensi sekaligus proyeksi agrobisnis pada 2019. Salah satu poin pentingnya adalah untuk dapat merancang dan merencanakan program-program usaha tani yang produktif.

Pada forum ini akan tergambar, apa saja tantangan dan bagaimana peluang industri agrobisnis nasional bisa terjawab.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here