Matanurani, Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Benny Pasaribu mengatakan pendidikan vokasi perlu terus dibenahi untuk memanfaatkan peluang revolusi industri 4.0 khususnya untuk kepentingan penguatan karakter bangsa di tengah era globalisasi yang sudah tak terhindarkan serta kompetisi antarnegara yang semakin ketat.
“Sistem pendidikan vokasi atau pendidikan berbasis keahlian perlu dibenahi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai tuntutan revolusi industri 4.0 ke depan,” kata Benny kepada matanurani, di Jakarta, Rabu (2/5).
Menurut Benny yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan dan Agroindustri Komite Ekomomi dan Industri Nasional (KEIN) itu, tuntutan tersebut merupakan peralihan kebutuhan tenaga kerja di industri.
Misalnya pekerjaan mekanis atau yang membutuhkan keterampilan rendah akan tergantikan oleh otomatisasi mesin hingga kecerdasan buatan, sedangkan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas atau keterampilan tinggi akan semakin banyak dan cuma bisa diisi oleh manusia.
“Karenanya antisipasi yang perlu disiapkan dari sekarang adalah vokasi yang dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi,” ungkap Benny.
Peran pendidikan vokasi menurut Benny akan sangat penting karena bisa mencetak pekerja yang sudah memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri. Harapannya, tingkat ketrampilan pekerja tersebut sudah ada di level menengah atau tinggi ketika masuk ke industri.
Pada sisi lain lanjut Benny, sertifikasi perlu dibenahi agar bisa menjadi penanda kemampuan pekerja dan diakui oleh industri. Sehingga acuan keahlian seseorang di era revolusi industri 4.0 bukan ijazah semata.
“Untuk level menengah tinggi yang berarti bisa berhadapan di era digital, diperlukan sertifikasi yang berbasis kompetensi,” terang Benny.
Jadi pekerja bukan hanya memiliki ijazah. Ketika dia punya kemampuan atau kompetensi tertentu, hal itu bisa dibuktikan melalui sertifikat. Misalnya setelah mendapat vokasi dari Balai Latihan Kerja.
“Artinya ketika pekerjaan itu terganggu atau terdampak dari digital ekonomi, para pekerja tidak harus khawatir karena mereka akan masuk kategori yang tidak mudah digantikan oleh proses otomatisasi,” ujar Benny. (Smn).





































