Matanurani, Namang, Bangka Tengah – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Benny Pasaribu beserta rombongan, Kamis (19/4) siang mengunjungi Kebun Percontohan Lada di Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kunjungan Ketua Pokja Pangan KEIN beserta rombongan tersebut didampingi langsung Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah.
Setiba di lokasi, Ketua Pokja Pangan KEIN bersama Wagub melihat langsung perkebunan lada di Namang yang siap panen. Setelah hampir 1,5 jam di perkebunan Lada, Benny bersama Wagub melanjutkan kunjungan ke tempat pengolahan lada yang berada di kawasan Taman Makam Pahlawan Pawitralaya Pangkalanbaru Bangka Tengah.


Benny menjelaskan, kunjungan KEIN
sejalan dengan substansi roadmap atau peta jalan Industrialisasi Indonesia 2045 yang telah diserahkan kepada Presiden Jokowi.
Adapun peta jalan industrialisasi tersebut terdiri dari 4 sektor industri prioritas masing-masing industri agro, maritim, pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Secara khusus dalam roadmap Industrialisasi Agro, KEIN telah mengajukan 30 komoditas prioritas, salah satunya adalah lada. Kalau bicara lada berarti bicara tentang Bangka Belitung, sebagai produsen utama lada yang sudah terkenal di mancanegara,” ungkap Benny.
Kunjungan ini juga, kata Benny, untuk mendorong dan membangkitkan para petani lada di Bangka Belitung, sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya serta menjaga kualitas lada yang dihasilkan dan menjadi prospek yang sangat baik bagi perekonomian di Bangka Belitung.
Sementara itu, Wagub Abdul Fatah menyebutkan, lada sudah dikenal sejak zaman dahulu. Dengan adanya komoditas lada berkualitas baik yang ada di Bangka Belitung, maka dikenalah Bangka Belitung sebagai penghasil lada terbaik di Indonesia.
Pemerintah, kata dia, telah melakukan usaha dalam meningkatkan kualitas lada yang ada di Bangka Belitung melalui kerjasama dan penelitian yang telah dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM), sehingga kualitas lada yang akan dipasarkan keluar memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
“Pada saat ini, terkait dengan penyakit kuning, pangkal busuk, daun hitam telah dilakukan penelitian dan kajian dengan UGM. Kajian ini, akan memberikan manfaat bagi masyarakat petani lada di Bangka Belitung,“ ungkap Abdul Fatah.
Abdul Fatah mengharapkan kepada para petani lada yang ada di Bangka Belitung, agar melakukan usaha terbaik dalam menghasilkan produk lada yang dapat dijual dengan kualitas terbaik, sehingga dapat dipasarkan dengan baik keluar negeri.
Ditambahkan Abdul Fatah, pemerintah telah melakukan usaha dalam sosialisasi dan pelatihan- pelatihan dalam meningkatkan kualitas lada dari Bangka Belitung, serta dengan adanya bibit lada yang berkualitas tinggi dapat menghasilkan lada dengan kualitas tinggi pula.
Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Rempah Indonesia Bangka Belitung Bayodandari mengajak kepada petani lada untuk meningkatkan lada yang dihasilkan petani, dan dalam penjualannya dapat dititipkan ke gudang melalui resi gudang sistem syariah.
Bayodandari juga berharap petani lada yang ada di Bangka Belitung meningkatkan sumberdaya manusia melalui sosialisasi dan pelatihan – pelatihan petani lada.
Ikut mendampingi kunjungan Pokja Pangan KEIN tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Babel Toni Batubara, Kadisperindag Babel Sunardi, dan Dewan Rempah Babel. (Smn).




































