Home Benny's Wisdom Benny Pasaribu: Produktivitas Perlu Dipacu agar Indonesia Jadi Negara Besar

Benny Pasaribu: Produktivitas Perlu Dipacu agar Indonesia Jadi Negara Besar

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Indonesia bisa menjadi negara besar, jika fokus memacu produktivitas nasional guna mendukung kemandirian di sektor-sektor industri strategis, utamanya pangan, pariwisata, ekonomi kreatif dan maritim. Selain itu, juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga mampu bersaing di pasar global.

Anggota Komite Ekomomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menilai kerja keras dan cerdas menuju produktivitas tinggi harus menjadi nilai utama seluruh warga negara agar Indonesia bisa jaya. Indonesia memiliki penduduk besar, dan saat ini sudah termasuk dalam negara 20 besar dunia.

Makanya, lanjut Benny jika mampu menggandakan produktivitas maka Indonesia bisa masuk dalam 10 besar dunia. “Produktivitas perlu dipacu guna mendukung kemandirian sektor-sektor industri strategis. Selain itu, iklim politik dalam negeri pun mesti kondusif, perlu dihindari kegaduhan,” ungkap Benny kepada matanurani, Rabu (11/4).

Menurut Benny, kenaikan produktivitas mesti menjadi prioritas karena Indonesia terlihat masih kalah dengan negara tetangga pada hampir semua komoditas pertanian. Contohnya padi, Indonesia kalah dengan Vietnam dan jagung kalah dengan Thailand.

Benny menilai kementerian penanggung jawab produktivitas pertanian sebenarnya juga telah bekerja keras, tapi pencapaian swasembada belum sesuai harapan. Ini mengindikasikan bahwa kinerjanya mesti terus ditingkatkan.

Benny menambahkan kerja keras dan cerdas juga mesti dibarengi dengan kemampuan kerja sama antarbidang. Di bidang pertanian, Kementan tidak bisa berjalan sendiri dan harus bersinergi dengan Kementerian terkait lainnya.

Begitu juga dengan Kemendag yang baru saja disemprit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena kelalaiannya dalam menentukan kuota dan waktu impor. “Kerja sama kita lemah. Ini PR besar kita dari dulu nggak ada jalan keluar.

Semua jalan sendiri-sendiri. Kalau begini terus, susah kita akan maju,” tegas Benny. Meski begitu, lanjut Benny, optimisme harus terus digalakkan karena sesungguhnya Indonesia tinggal butuh sebuah contoh kecil yang bisa menggerakkan energi bangsa.

“Kalau elite benar-benar kerja, tidak korup, antarkementerian bisa kerja sama, rakyat pasti akan mengikuti,” pungkas Benny.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan berdasarkan penghitungan Bappenas, McKinsey, dan Bank Dunia, Indonesia akan menjadi 10 besar negara dengan ekonomi terkuat pada 2030. Kemudian, pada saat ekonomi negara makin baik, Indonesia akan menjadi lima besar ekonomi terkuat dunia pada 2045.

“Bisa nomor empat nanti kalau kita bekerja keras terus menuju 2045. Kita akan berkejar- kejaran dengan Amerika Serikat, India, dan Tiongkok. Ini yang nanti diperkirakan menjadi ekonomi terkuat, empat besar ekonomi terkuat di dunia,” kata Jokowi, Senin (9/4).

Akan tetapi, lanjut Presiden, untuk menjadi negara besar itu tidak mungkin terwujud kalau bermalas-malasan, bermanjamanjaan, atau keinginan instan langsung meloncat menjadi negara yang kuat ekonominya, juga tidak mungkin hal itu terjadi. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here