
Matanurani, Paris – Emmanuel Macron resmi dilantik sebagai Presiden Prancis ke – 25, menggantikan Francois Hollande, Minggu (14/5) di istana Elysee Prancis. Dalam pidatonya, Macron berjanji akan membawa kembali kepercayaan diri Prancis di tengah ketidakstabilan global yang terjadi saat ini.
“Dunia dan Eropa membutuhkan Prancis lebih dari yang sebelumnya, Mereka membutuhkan Prancis yang kuat, yang yakin akan takdir. Prancis yang menjunjung tinggi kebebasan dan solidaritas. Saya yakin kekuatan Prancis seperti pada awal kelahiran kembali yang luar biasa,” kata Macron dalam pidatonya usai pelantikan, seperti dilansir CNN, Minggu (14/5/).
Usai dilantik, Macron akan mengumumkan nama Perdana Menteri dan kabinetnya pada Senin (15/5). Ia mengatakan telah melihat satu kandidat pria dan wanita untuk mengisi posisi Perdana Menteri namun masih bungkam soal nama tersebut.
Macron menjadi Presiden termuda dalam sejarah Prancis. Di usia 39 tahun dia berhasil memenangi Pemilihan Presiden Prancis mengalahkan Le Pen. Macron berusia setahun lebih muda dari Napoleon Bonaparte saat menjabar Presiden Prancis pada 1848.
Dari hasil penghitungan suara, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan Macron meraup 66,06 persen suara jauh mengungguli rivalnya, Marine Le Pen, yang hanya meraup 34 persen suara dalam Pilpres yang digelar Minggu (7/5) waktu setempat. Hasil itu didasarkan pada penghitungan 99,99 persen suara terdaftar dalam pemungutan suara yang digelar secara nasional itu.
Kemenangan Macron disambut hangat, baik di dalam maupun luar negeri. Juru bicara kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa kemenangan Macron adalah juga kemenangan bagi Eropa yang kuat dan bersatu. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengucapkan selamat dan siap bekerja sama di berbagai bidang. (Bis)




































