Matanurani, Jakarta – Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura, Benny Ramdani menilai terpilihnya Daryatmo oleh pengurus partai yang telah melakukan pemecatan terhadap Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) secara sepihak adalah jalan yang salah dan keliru.
“Sebagai seorang jendral tentunya aturan prinsip-prinsip dan wajib di TNI tentang nilai-nilai kesetiaan bernegara dan berbangsa wajib dipatuhi. Jika tidak itu sama dengan tindakan coup d’etat atau sesuatu yang diharamkan”,ungkap Benny kepada matanurani, di Hotel Manhattan Jakarta, Kamis (18/1).
Benny menjelaskan nilai-nilai demokrasi kebangsaan bahkan kenegaraan mestinya dijunjung tinggi sebagai mantan patriot pembela bangsa.
“Bagaimana bisa sejak proses perencanaan sampai pelaksanaan sebuah kegiatan yang jelas-jelas liar dan ilegal bahkan membuat sebuah tindakan coup d’etat bahkan bisa high explosive menghancurkan nilai-nilai demokrasi kebangsaan bahkan kenegaraan dibenarkan?”, tanyanya.
Bahkan Benny menyayangkan tindakan tersebut jadi tidak masuk akal dan pasti akan menghancurkan dan menghilangkan kepercayaan publik terhadap seluruh prestasinya
“Itu tidak masuk akal bagi seorang mantan tentara. Karena gerakan politiknya justru akan menghancurkan dirinya dan menghilangkan semua kepercayaan publik terhadap prestasi masa lalunya,” ungkap Benny.
Dalam benak Benny, seyogyanya dia menjadi tokoh dan panutan partai dan jadi figur pemersatu.
“Jadi bukan kemudian terlibat pada konflik partai dan memilih jalan yang salah dan keliru pula,” tutup Benny. (Smn).




































