Matanurani, Jakarta – Kamar Dagang dan Indutri Indonesia (Kadin Indonesia) menggelar acara High Tea Business Network ketiga untuk menjaring investor terutama dengan memperkenalkan potensi wisata daerah-daerah di Indonesia.

Dalam talk show dan high tea business networking yang diselenggarakan Kadin Indonesia bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini mengemuka bahwa strategi percepatan kunjungan wisatawan serta peluang UMKM/IKM adalah keterkaitan antara destinasi dan promosi yang saling mendukung.
“Potensi lokal harus terus dikembangkan dengan berbagai model sehingga daya saing daerah dapat menjadi aset nasional,” kata
Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo di sela-sela acara High Tea Business Network ketiga di Hotel Crown Jakarta, Senin (23/10).
Menurut Eddy, Kadin Indonesia akan membantu pemerintah menggenjot jumlah kunjungan wisatawan. Khususnya di Bangka Belitung (Babel) dan Jawa Barat. Dua daerah tersebut dianggap mempunyai potensi wisata yang luar biasa
“Acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk menarik perhatian investor lokal maupun mancanegara untuk datang ke Indonesia,” ujar Eddy.
Pada sisi lain Kadin juga akan mendukung Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia agar setara dengan perusahaan Multinasional lainnya di Indonesia maupun mancanegara.
Sementara Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan potensi wisata tidak hanya menonjolkan pada sisi potensi alamnya saja, namun harus didukung oleh strategi dan teknologi serta infrastruktur di daerah.
“Dari sisi infrastruktur dan dua bandara yang ada di Babel akan memudahkan para wisatawan mengakses potensi Babel dan bisnis wisata,” kata Abdul Fatah.
Seperti diketahui, dalam acara bertajuk High Tea Business Network, Kadin Indonesia mengusung tema “Strategi mempercepat kunjungan wisata”. Khususnya untuk daerah provinsi Jawa Barat dan Provinsi Bangka Belitung.
Target yang ingin dicapai dalam even ini adalah menggali potensi daerah-daerah khususnya sektor pariwisata dalam menggerakkan bisnis wisata dan bisnis UMKM pada umumnya. (Smn).



































