Matanurani, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta melakukan evaluasi total terhadap sistem kelistrikan nasional, setelah terjadinya pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera yang berdampak pada jutaan pelanggan.
Gangguan berskala besar yang memicu blackout tersebut menunjukkan masih adanya kelemahan serius pada sistem ketahanan energi nasional, khususnya pada jaringan transmisi dan sistem mitigasi gangguan.
“Saya memahami PLN sedang bekerja keras melakukan pemulihan. Namun blackout berskala besar seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa,” ujar Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5).
Eddy menilai, penjelasan PLN terkait cuaca buruk serta gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, harus menjadi perhatian serius pemerintah dan operator kelistrikan nasional.
Karena itu, dia meminta PLN segera melakukan audit menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur kelistrikan, mulai dari jaringan transmisi, sistem proteksi, hingga kesiapan menghadapi bencana dan cuaca ekstrem.
“Kita hidup di era perubahan iklim. Cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi. Karena itu infrastruktur kelistrikan nasional harus memiliki sistem cadangan dan mitigasi yang jauh lebih kuat agar tidak mudah mengalami efek domino,” tegasnya.
Anggota Komisi XII DPR RI itu juga menyoroti dampak luas blackout terhadap aktivitas masyarakat di Sumatera. Pemadaman massal tersebut disebut mengganggu kegiatan ekonomi, layanan publik, komunikasi, hingga aktivitas rumah tangga di berbagai daerah.
Eddy meminta PLN bersikap terbuka kepada publik terkait penyebab utama gangguan serta langkah konkret yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik harus dijaga. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya antisipasi dan minimnya modernisasi jaringan listrik nasional,” katanya.
Selain evaluasi internal, pemerintah juga diminta mempercepat modernisasi sistem kelistrikan nasional melalui pengembangan smart grid dan penguatan interkoneksi antarwilayah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar sistem kelistrikan nasional memiliki daya tahan lebih baik ketika menghadapi gangguan besar.
“Momentum ini harus menjadi bahan evaluasi nasional. Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan listrik tersedia, tetapi juga soal keandalan sistem ketika menghadapi gangguan,” pungkasnya. (Aku).





































