Home Nasional Seruan Jatuhkan Prabowo Berbahaya, Saiful Mujani Diminta Introspeksi Diri

Seruan Jatuhkan Prabowo Berbahaya, Saiful Mujani Diminta Introspeksi Diri

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Potongan video pernyataan pendiri SMRC, Saiful Mujani, terkait kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ramai dibicarakan di media sosial. Dalam video tersebut, Saiful berbicara mengenai upaya menjatuhkan Prabowo sebagai langkah yang ia sebut untuk menyelamatkan bangsa.

“Saya alternatifnya bukan, bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu. Kalau nasehati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Saiful Mujani dalam video tersebut, Minggu (5/4).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora sekaligus Wamen PKP, Fahri Hamzah, menilai pernyataan tersebut berbahaya karena mengarah pada tindakan inkonstitusional. Fahri menekankan pentingnya menjaga koridor demokrasi konstitusional.

“Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya,” ujar Fahri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4).

Fahri menyebut kondisi global dan nasional saat ini memerlukan persatuan. Ia menyayangkan jika ada pihak yang membuka ruang bagi kekacauan di tengah upaya membangun demokrasi.

“Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, ya negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional,” ucapnya.

Menurut Fahri, Presiden bukan pemegang kekuasaan tunggal, melainkan ada tanggung jawab kolektif dari berbagai cabang kekuasaan negara. Ia pun meminta para aktivis untuk melakukan introspeksi agar tidak merusak sistem yang telah dibangun.

“Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apa lagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot. Ya, tolong introspeksi jugalah ya,” sebut Fahri.

Fahri menambahkan bahwa langkah-langkah yang diambil Presiden Prabowo, termasuk kebijakan penghematan, ditujukan untuk memperbaiki kebocoran anggaran demi kepentingan masyarakat.

“Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat. Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana. Dan itu saja yang kita perlu perbaiki. Kan baik semua niat itu,” tutur Fahri.(Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here