Matanurani, Lampung Tengah – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) beserta rombongan kunjungan kerja ke kantor Bupati Lampung Tengah (Lamteng), hari ini, Kamis (17/5).

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan dan Agroindustri KEIN, Benny Pasaribu yang didampingi oleh Prof Kaman Nainggolan langsung diterima Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto didampingi Sekda Lamteng Adi Erlansyah dan Kepala Bapedda Abdulhak, para Asisten dan Stap Ahli, para Kepala Dinas, Badan dan Bagian, dan para narasumber yang hadir di kantor Pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah.
Dalam kesempatan tersebut KEIN mengajak pemerintahan kabupaten Lampung Tengah untuk mendorong industrialisasi pada produk berbasis unggulan di daerahnya seperti halnya ubi kayu di 8 kawasan Lampung Tengah.


“Kerjasama dan sinergisasi antarlembaga di daerah ini dibutuhkan untuk membangun industrialisasi di kawasan Lampung Tengah sebagai sentra penghasil ubi kayu terbesar,” ungkap Kaman.
Lebih lanjut Kaman menyatakan Industrialisasi atau dengan mengembangkan sistem klaster industri berbahan baku singkong (tapioka, mocaf dan sebagainya) ke depan komoditi ini akan jauh semakin berkembang.

“Jika model pembangunan klaster industri agro ubikayu di terapkan, Indonesia bisa menjadi eksportir tapioka dan produk turunan singkong lainnya,” katanya.
Usai diskusi bersama pejabat Pemkab Lampung Tengah dan sejumlah kepala dinas dan petani, tim Pokja KEIN menyambangi pabrik pengolahan ubi kayu menjadi tapioka milik PT Budi Acid Jaya dan perkebunan ubikayu. Tercatat harga beli ubi kayu dari petani sebesar Rp 1.290 per kg dengan kadar pati sebesar 25%. (Smn).





































