Matanurani, Jakarta – Analis komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto menjelaskan, politik tagar yang kini marak di media sosial sebenarnya sangatlah positif. Tapi kemudian, ia juga mengingatkan, publik juga harus tetap mewaspadai hal tersebut.
Gun Gun mengungkapkan, berkembangnya politik tagar yang didukung oleh media sosial memang merupakan pertanda. Bahwa semakin baiknya kebebasan berekspresi.
“Tagar dalam konteks demokrasi bukan hal negatif. Tetapi itu merupakan hal positif karena bisa menggairahkan partisipasi politik warga negara,” terang Gun Gun di Jakarta, Sabtu (5/5).
Selain itu, media sosial juga merupakan wadah yang murah. Untuk bisa mengampanyekan suatu tujuan politik tertentu kepada masyarakat. Media sosial juga terkenal sangat efektif untuk menggerakkan massa.
Meski demikian, lanjut Gun Gun, masyarakat tetap harus mewaspadai politik yang dibawa lewat media sosial. Sebab, media sosial kerap berwajah dua. Dimana pada satu sisinya penuh optimisme. Tapi di sisi lain justru penuh dengan kegelapan.
“Tetapi di sisi lain juga harus diantisipasi paradoks-paradoks yang bisa muncul. Antara lain penyalahgunaan ekspresi yang begitu melimpah hingga memunculkan black propaganda, black campaign, yang kemudian basisnya bisa rumor, isu, gosip, pembunuhan karakter, intimidasi, dan persekusi,” pungkasnya. (Mei).





































