Matanurani, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menolak komentar mengenai kader potensial Nahdhatul Ulama untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.
Terpenting, menurut dia, Wakil Presiden bakal dipilih oleh Jokowi bisa mensejahterakan dan bekerja untuk rakyat. Pernyataan ini disampaikan setelah seminar bertajuk “Penguatan Gerakan Kemaslahatan Keluarga demi Ketahanan Bangsa” di The Acacia Hotel, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).
“Terserah Pak Jokowi, cari wapres yang bekerja untuk rakyat,” ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di The Acacia Hotel, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).
Seperti diketahui, ada empat tokoh Nahdhatul Ulama digadang-gadang berpotensi maju menjadi Cawapres dan disandingkan dengan Presiden Jokowi.
Tokoh-tokoh tersebut antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, mantan Mahkama Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
Namun, saat ini baru Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendeklarasikan diri maju sebagai cawapres Joko Widodo pada Pilpres 2019 nanti. Ia pun membuat jargon “JoIn” yang artinya Jokowi -Muhaimin. (Ind).





































