Home Uncategorized Ini Sejumlah Kesepakatan Dari Pertemuan Keenam Dialog Strategis Indonesia-Jepang

Ini Sejumlah Kesepakatan Dari Pertemuan Keenam Dialog Strategis Indonesia-Jepang

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono melaksanakan pertemuan ke-6 Dialog Strategis Indonesia-Jepang di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin (25/6).

Menlu Jepang berkunjung ke Indonesia selama tiga hari, yakni 24-26 Juni 2018. Kunjungan itu merupakan kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Taro Kono ke Indonesia.

Pertemuan Dialog Strategis tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Pertemuan itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral RI-Jepang, antara lain di bidang politik dan keamanan, ekonomi, perdagangan dan investasi, hubungan antarmasyarakat, serta penjajakan peluang kerja sama strategis kedua negara.

Selain isu bilateral, kedua Menlu juga membahas isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian kedua negara.

Kedua Menlu telah mengidentifikasi kerja sama strategis yang diwujudkan melalui pengembangan kerja sama bilateral.

Sejumlah Kesepakatan

Jepang merupakan mitra kerja sama strategis bagi Indonesia dan kedua Menlu sepakat akan pentingnya peningkatan kerja sama di bidang investasi, khususnya di bidang infrastruktur.

Menlu Retno dan Menlu Kono juga sepakat untuk menjajaki kemungkinan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi bagi produk manufaktur Jepang yang ditujukan untuk pasar ketiga, termasuk pasar di negara-negara ASEAN.

Selain itu, disepakati juga pentingnya mendorong penyelesaian perundingan “General Review Indonesia Japan Economic Partnership Agreement” (GR-IJEPA) yang saling menguntungkan bagi kedua negara serta tepat waktu, yaitu pada 2018, sebagai bagian dari peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

Terkait kerja sama perubahan iklim, kedua Menlu menyambut kerja sama “Joint Crediting Mechanism” (JCM) yang telah terjalin selama ini, dan sepakat bahwa implementasi kerja sama tersebut harus dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kapasitas Indonesia dalam penanganan dampak perubahan iklim.

Kerja sama Selatan-Selatan

Kedua Menlu pun menyepakati pentingnya mendorong kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular untuk memperkuat dukungan pembangunan ekonomi di Palestina dan negara-negara di kawasan Afrika.

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menlu menyambut baik perkembangan positif di Semenanjung Korea yang diharapkan dapat membawa perdamaian dan stabilitas kawasan.

Terkait masalah Laut China Selatan, kedua Menlu juga menyampaikan keprihatinan terhadap terjadinya militerisasi di kawasan Laut China Selatan (LCS). Untuk itu, pemerintah Indonesia dan Jepang berharap agar negosiasi terkait tata perilaku (code of conduct/COC) LCS dapat segera selesai dalam waktu dekat.

Selanjutnya, kedua Menlu sepakat untuk mensinergikan konsep Indo-Pasifik yang diinisiasi Indonesia dengan konsep Strategi Bebas dan Terbuka Indo-Pasifik dari Jepang, melalui penguatan kerja sama bilateral dan penguatan kerja sama melalui mekanisme regional, seperti ASEAN dan “East Asia Summit” (EAS) di kawasan Samudra Pasifik, dan IORA di kawasan lingkar Samudra Hindia. (Inf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here