Home News Triwulan III-2017, PMA ke Indonesia Tumbuh 12 Persen

Triwulan III-2017, PMA ke Indonesia Tumbuh 12 Persen

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Indonesia masih menjadi salah satu tempat menarik bagi Penanaman Modal Asing (PMA) hingga triwulan III-2017 di tengah kinerja perekonomian nasional masih melambat. Tingginya minat Foreign Direct Investment (FDI) itu terlihat pada data realisasi pertumbuhan PMA sepanjang Juli-September 2017.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, BKPM, M Azhar Lubis mengatakan jumlah PMA pada kuartal III 2017 tumbuh 12 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) menjadi 111,7 triliun rupiah. Secara kumulatif, realisasi tahun berjalan periode Januari- September PMA mencapai 318,5 triliun rupiah atau berkontribusi 62,1 persen dari total investasi senilai 513,2 triliun rupiah.

“Realisasi total investasi sudah tercapai 75,6 persen dari target 2017 sebesar 678,8 triliun rupiah,” kata Azhar di Jakarta, Senin (30/10). Azhar mengatakan, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal III, jumlahnya tumbuh 16,8 persen menjadi 64,9 triliun rupiah dari total realisasi investasi PMDN tahun berjalan sebesar 176,6 triliun rupiah atau meningkat 13,7 persen.

“Realisasi investasi secara konsisten tumbuh dari waktu ke waktu,” katanya.

Tenaga Kerja

Lebih lanjut, dia mengatakan pertumbuhan investasi kuartal III tersebut telah menyerap tenaga kerja dari Indonesia sebanyak 286.497 orang. Proyek PMDN menyerap pekerja sebanyak 109.711 orang dan PMA sebanyak 176.786 tenaga kerja. “Investasi tetap berperan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga BKPM terus mengawal investasi yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Berdasarkan negara asal investor, Singapura tetap menempati posisi teratas dengan nilai investasi 2,5 miliar dollar AS atau berkontribusi 30,1 persen, kemudian Jepang pada urutan kedua senilai 1,1 miliar dollar AS atau setara 13,3 persen, dan Tiongkok senilai 800 juta dollar AS atau 9,6 persen. Pada posisi keempat ada Amerika Serikat (AS) dengan nilai investasi sebesar 600 juta dollar AS atau 7,2 persen, dan kelima ditempati Korea Selatan sebesar 400 juta dollar AS.

Mayoritas realisasi invetasi, baik PMA dan PMDN masuk ke sektor usaha listrik, gas, dan air senilai 2,21 triliiun rupiah, disusul sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar 19,9 triliun rupiah, industri logam, mesin, dan elektronik 18,9 triliun rupiah, pertambangan 18,2 triliun rupiah dan industri kimia serta farmasi sebesar 16,3 triliun rupiah. (Koj).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here