Home News Prospektifnya Budidaya Gaharu

Prospektifnya Budidaya Gaharu

0
SHARE

Matanurani, Jepara – Budidaya tanaman gaharu di Kota Ukir Jepara sudah lama ditekuni sejumlah warga. Namun karena tak mengetahui metode budidaya yang benar, nilai jual kayu gaharu pun tak jauh beda dengan harga kayu lainnya.

Padahal jika dibudidayakan dengan cara yang tepat, tanaman yang secara internasional sudah dicap langka dan dilindungi ini memiliki nilai jual yang fantastis. Kayu dengan kualitas terbaik, harga jualnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta per kilogramnya.

Ketua Gaharu Lumajang Community (GLC) Unit Karesidenan Pati Eko Rismanto mengatakan jika Jepara sebenarnya cocok untuk budidaya tanaman gaharu. Baik dari kontur tanah maupun dari cuacanya.

Pihaknya merekomendasikan gaharu jenis gyrinops versteegii. Sebab selain lebih mudah dibudidayakan, daun dan bijinya juga memiliki nilai jual. “Usia tanaman gaharu hingga siap panen adalah 6-7 tahun.

Jika yang dibudidayakan adalah jenis gyrinops versteegii, maka daunnya bisa dijual untuk teh. Sementara bijinya untuk kopi,” kata Eko Rismanto saat melakukan inokulasi tanaman gaharu di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Rabu, (1/11).

Untuk daun gaharu basah harganya Rp 5 ribu/kilogram, ranting Rp 35 ribu/kilogram, untuk biji Rp 50 ribu/kilogram. Sementara batang pohon gaharu kualitas terjelek 55 ribu/kilogram. Sementara yang berkualitas baik atau yang dipastikan bisa menghasilkan minyak bisa mencapai puluhan hingga ratusan juga tiap kilogramnya. Dengan harga jual sebesar itu, gaharu bisa mengangkat perekonomian warga.

Agar bisa menghasilkan kualitas kayu gaharu yang baik dengan ciri memiliki galeh (bagian dalam pohon) berwarna hitam, maka perlu disuntik (inokulasi). Yakni dengan memasukkan bakteri ke dalam batang.
Untuk pemasaran sendiri, Eko memastikan sangat besar. GLC sendiri menyediakan pasar untuk tanaman gaharu, selain juga menyediakan bibit maupun pemberian pendampingan hingga siap panen.

“Di Jepara sendiri sudah lama dan banyak petani yang tanam gaharu. Tapi karena tidak tahu metode budidaya yang tepat, harga jual gaharunya rendah. Akhirnya trauma. Sehingga kami ada untuk menengahi kondisi itu. Satu hal lain, karena gaharu merupakan tanaman dilindungi, maka jika dijual harus jelas asal usulnya. Nah, kami mendampingi dalam hal itu semua,” tambahnya.(Tag).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here