Home News Pasca Ledakan Gereja Di Surabaya, Ketum PBNU Instruksikan Ini Kepada Nahdliyi

Pasca Ledakan Gereja Di Surabaya, Ketum PBNU Instruksikan Ini Kepada Nahdliyi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengutuk keras peledakan bom di 3 Gereja di Surabaya. Said Aqil menegaskan, Islam mengutuk keras segala bentuk kekerasan.

Said mengungkapkan, aksi runtutan teror yang belakangan menghadang Indonesia menunjukkan bahwa radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama–sungguh sangat memprihatinkan. Sekaligus mengiris hati.

Oleh karena itu, PBNU pun mengutuk keras setiap kejadian kekerasan. Apapun latar belakangnya.

“Segala macan tindakan menggunakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian, dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang Rahmatan lil Alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” kata Said Aqil dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (13/5).

PBNU juga mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi. Serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

Warga NU Harus Peka Bibit Radikalisme

Ia mengimbau, agar para Nahdliyin untuk aktif melaporkan kepada pihak aparat keamanan. Jika menemukan peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme

“Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam dan bahkan bertentangan dengan ajaran agama apapun. Islam mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah,” tegasnya.

Warga NU juga diajak untuk senantiasa meningkatkan dzikrullah dan berdoa kepada Allah SWT. Untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan, dan ketenteraman hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Nahdlatul Ulama (NU) juga meminta kepada semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini.

“Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini,” imbaunya.

NU juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat. Terkait penanganan dan isu terorisme dan radikalisme.

Langkah tersebut dianggap harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban Negara. Untuk menjamin keamanan hidup warganya.

“Apapun motifnya, kekerasan, radikalisme, dan terorisme tidak bisa ditolerir. Apalagi dibenarkan. Sebab ia mencederai kemanusiaan,” tandasnya.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here