Home News Niat Perkenalkan Kampung Halaman, Satu Keluarga Nainggolan Tenggelam di KM Sinar Bangun

Niat Perkenalkan Kampung Halaman, Satu Keluarga Nainggolan Tenggelam di KM Sinar Bangun

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Tragedi karamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) menyisakan duka bagi keluarga besar Ledixon Nainggolan di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Pasalnya, Ledixon berserta Istrinya, Lilis Betty Nainggolan (49) dan tiga anaknya Bungaran Nainggolan (22), Nicholas Nainggolan (18), Astrid Nainggolan (17) menjadi korban atas tenggelamnya kapal naas tersebut.

Dari keterangan salah satu keluarganya, Wonni Fredi Nainggolan mengatakan, perjalanan keluarga kakaknya itu merupakan sebuah sejarah baru dalam keluarga Ledixon.

Betapa tidak, perjalanan tersebut merupakan kali pertama Ledixon mengajak ketiga anaknya ke tanah kelahiran orangtua di Samosir.

“Mereka itu sengaja ajak anak, karena pengen ngasih tahu kampung halamannya, makanya ngak pakai pesawat, tapi pakai jalur darat, biasanya begitu tradisi kita kalo pertama kali itu harus diajak jalur darat biar tahu,” ucap Wonni, kepada awak media ketika ditemui diĀ  Jalan H Ahyar RT 06/05, No 48 b, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (21/6).

Sambil memegang foto keluarga Ledixon Nainggolan, ia bercerita tentang keluarga korban.

Wonni menjelaskan, kelimanya berangkat menuju Medan, Sumatera Utara menggunakan jalur darat pada Rabu, 12 Juni 2018 dari Jakarta.

Selain untuk liburan, perjalanan selama dua hari ke Medan itu, kata Wonni, sekaligus untuk mengikuti acara peresmian Tugu Keluarga keluarga besar Nainggolan (tugu ompu Lambas).

Sebelum berangkat, Wonni menceritakan dirinya sempat diajak kakaknya untuk ikut bersama korban ke Danau Toba.

Namun, karena masih memiliki berbagai urusan di Jakarta, Wonni akhirnya menolak tawaran tersebut.

“Karna anak saya mau masuk kuliah, terus yang SMP mau masuk SMA, kan banyak administrasi yang harus diurus tuh,” ujar Wonni.

Ia terakhir bertemu dengan kakaknya itu ketika sang kakak hendak pergi ke Medan bersama keluarganya.

Saat itu, Ledixon tidak berpesan apapun padanya.

“Biasa aja, tapi memang dia bilang kamu enggak pergi ke Medan? Saya bilang masih ada urusan dan enggak bisa berangkat,” ujar Wonni.

Wonni menceritakan bahwa dirinya pertama kali menerima kabar jika kapal yang ditumpangi oleh Ledixon tenggelam dari keluarganya yang berada di Simanindo.

Atas peristiwa tersebut, dirinya pun tak dapat berbuat banyak, ia berharap keluarganya segera ditemukan.

“Ya kita mengharapkan yang terbaik, sangat sangat terbaik harapan kita yang mana bagaimanapun keadaannya kita harus terima, kita harus besar hati, namanya kan bencana,” ujar Wonni. (Tri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here