Home Nasional VCRC: KPU Lampaui Kewenangannya

VCRC: KPU Lampaui Kewenangannya

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, ditolaknya Peraturan KPU nomor 20 tahun 2018 tentang larangan bekas koruptor nyaleg oleh Mahkamah Agung (MA) merupakan indikasi KPU melampaui kewenangannya sebagai penyelenggara pemilu.

Menurutnya, semangat KPU tak memberi ruang bagi eks narapidana korupsi nyaleg memang patut diapresiasi. Namun secara substansi kaidah hukum, hal itu tak bisa dibenarkan kendati para aktivis dan pegiat kepemiluan menyayangkan langkah MA.

“Setidaknya PKPU 20/2018, mengindikasikan KPU sudah melampaui kewenangannya dengan mengeluarkan aturan yang sangat substansial menyangkut pembatasan hak politik bahkan telah merampas hak politik warga negara,” urai Pangi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/9).

Ia menjelaskan bahwa pencabutan hak politik seseorang mestinya dituangkan dalam UU atau via putusan pengadilan bukan, bukan dituangkan dalam PKPU. Artinya peraturan mengatur soal mantan napi korupsi untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif bukan domain kewenangan KPU.

Menurut Pangi, KPU hanya berwenang mengeluarkan aturan teknis terkait penyelenggaraan pemilu yang jurdil, luber dan objektif bukan malah mengurusi urusan yang menjadi kewenangan lembaga lain.

Pangi juga mengemukakan bahwa ada indikasi dis-harmoni antar-lembaga. Aturan KPU ini juga menguatkan indikasi bahwa KPU terkesan arogan dan menciptakan konflik dengan lembaga lain, terutama Bawaslu. Padahal KPU dan Bawaslu adalah mitra, saling menguatkan, saling mengisi dan mendukung.

“Realitas sekarang, fenomena yang amat langka yaitu dihadap hadapkan serta dibenturkan antara institusi KPU dan Bawaslu, sebelumnya ini ganjil terjadi,” cetusnya.

Kemudian Pangi menuturkan, ada pula dis-orientasi KPU sebagai penyelenggara Pemilu. “KPU harus menempatkan diri sebagai penyelenggara yang mengatur urusan-urusan teknis pemilu,” tuntasnya. (Ind).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here