Home Nasional Usai 5 Tahun Mencari Keadilan, Nama Baik 2 Guru di Luwu Utara...

Usai 5 Tahun Mencari Keadilan, Nama Baik 2 Guru di Luwu Utara Dipulihkan Prabowo

0
SHARE

 

Matanurani, Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, tak kuasa menahan haru. Perjuangan panjang mereka mencari keadilan selama lima tahun akhirnya berbuah manis usai menerima surat rehabilitasi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Penyerahan surat pemulihan nama baik tersebut dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/11).

Bagi Abdul Muis, Guru Sosiologi SMAN 1 Luwu Utara, keputusan Presiden ini bukan sekadar administrasi, melainkan penegasan bahwa keadilan masih ada bagi rakyat kecil.

“Saya pribadi dan keluarga besar menyampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami. Selama lima tahun ini kami merasakan diskriminasi, baik dari aparat penegak hukum maupun birokrasi atasan yang seakan tidak peduli,” ungkap Abdul Muis dengan suara bergetar.

Sebagai informasi, kasus yang menimpa Abdul Muis dan Rasnal bermula pada 2018. Kala itu, mereka berinisiatif mengusulkan kepada Komite Sekolah agar orang tua murid patungan sebesar Rp20.000.

Dana tersebut rencananya digunakan untuk membayar gaji 10 guru honorer yang diketahui belum menerima gaji selama 10 bulan.

Namun, niat mulia tersebut justru berujung petaka. Mereka dilaporkan oleh sebuah LSM ke Polres Luwu Utara atas dugaan tindak pidana korupsi (pungli). Buntutnya, keduanya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kasus ini kembali mencuat ke publik saat keduanya dihadirkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sulsel di Makassar, Rabu (12/11), sebelum akhirnya mendapat atensi Presiden.

“Perjalanan yang Sangat Melelahkan”
Rasnal, mantan Kepala SMAN 1 Luwu Utara yang kini mengajar Bahasa Inggris di SMAN 3 Luwu Utara, menggambarkan perjuangan mereka mencari keadilan sebagai masa-masa yang berat.

“Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya [saat itu] kami tidak bisa mendapatkan keadilan,” ujar Rasnal.

Kini, setelah bertemu langsung dengan Prabowo, Rasnal merasa beban berat di pundaknya telah terangkat. Ia menyebut rehabilitasi ini sebagai anugerah dari Tuhan melalui tangan Presiden.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT. Dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang dan nama baik kami direhabilitasi,” tuturnya.

Rasnal pun menitipkan harapan agar peristiwa kriminalisasi terhadap pendidik tidak lagi terulang di masa depan. Ia tidak ingin guru-guru lain bekerja di bawah bayang-bayang ketakutan.

“Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui; kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman yang tidak pantas,” pungkasnya. (Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here