Matanurani, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum membentuk Komite Damai untuk menghindari cekcok antara pasangan calon presiden dan wakil presiden seperti pada debat kedua. Komite ini beranggotakan perwakilan dari KPU, Bawaslu, serta Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
“Sudah disepakati untuk tim damai, nanti kalau ada masalah kita punya tempat untuk clearing house di tempat acara debat. Sudah disepakati semuanya akan di SK kan oleh masing-masing tim kampanye baik 01 dan 02,” kata Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima, di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (14/3)
Aria menambahkan tim ini nantinya akan memediasi bila ada gesekan antara dua pendukung saat debat ketiga. Sehingga debat bisa berjalan dengan baik.
“Kita ikut berembuk menyelesaikan, bagaimana hal solutif dari masalah, dan dalam waktu secepat cepatnya untuk diselesaikan, karena ritme debat ini tidak bisa terlalu panjang untuk kita berembuk,” katanya.
TKN sendiri telah memberi masukan pada penyelenggara debat, agar debat bisa berjalan baik. Selain itu, TKN telah mempersiapkan semua keperluan agar debat ketiga bisa berjalan dengan baik.
“Yang penting keinginan baik kita, acara debat harus berlangsung sesuai schedule, tanpa menghilangkan dinamika dinamika diantara kedua paslon atau tim,” katanya.
Perwakilan dari TKN yang masuk kedalam Komite Damai adalah Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima, dan Gugus Tugas Khusus Rizal Malarangeng. Sedangkan dari kubu BPN Prabowo-Sandi adalah Putra Jaya Husin dan Imelda Sari. (Viv).





































